Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DPRD PARIGI MOUTONG

DPRD Parigi Moutong Jemput Dukungan Kementan, Prioritaskan Pestisida dan Irigasi untuk Petani

×

DPRD Parigi Moutong Jemput Dukungan Kementan, Prioritaskan Pestisida dan Irigasi untuk Petani

Sebarkan artikel ini
(Foto: Tim Pendamping Sekretariat DPRD Kab. Parigi Moutong)

Parimo, Updatesulawesi.id – DPRD Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan petani dengan melakukan kunjungan konsultasi ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Kamis (2/07). Kunjungan tersebut difokuskan untuk mendorong pemenuhan kebutuhan sarana produksi pertanian serta percepatan pembangunan infrastruktur penunjang sektor pertanian di Kabupaten Parigi Moutong.

Rombongan DPRD dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto, S.Sos., bersama sejumlah anggota lintas komisi, yakni Suyadi, Moh. Irfa’in, SH, Rusno Tandriono, Arnol, SH, Salimun Mantjabo, dan Hi. Sami.

Pertemuan berlangsung di Direktorat Pestisida, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI dan diterima langsung oleh Lolitha Tasik Taparan, S.Si., M.Sc.

Dalam pertemuan tersebut, Sayutin Budianto menegaskan bahwa salah satu agenda utama adalah memastikan ketersediaan bantuan pestisida bagi petani menjelang musim tanam 2026–2027. Menurutnya, ancaman serangan hama seperti wereng, ulat grayak, dan tikus sawah menjadi persoalan serius yang harus segera diantisipasi.

Baca berita lainnya :  Infrastruktur dan Pemberdayaan Nelayan Jadi Fokus Reses di Kasimbar

“Petani membutuhkan kepastian. Jangan sampai lahan sudah siap ditanami, tetapi pestisida yang dibutuhkan belum tersedia. Kondisi seperti ini tentu akan berdampak terhadap produktivitas pertanian,” tegas Sayutin.

Ia menambahkan, keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada kesiapan sarana produksi sejak awal musim tanam sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting.

Senada dengan itu, Moh. Irfa’in, SH, meminta agar mekanisme penyaluran bantuan pemerintah dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari Arnol, SH, Salimun Mantjabo, dan Hi. Sami. Mereka meminta Kementerian Pertanian membuka informasi mengenai kuota bantuan, jadwal distribusi, hingga kelompok tani penerima di setiap kecamatan guna mencegah potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan.

Selain persoalan sarana produksi, DPRD juga mengangkat kebutuhan pembangunan infrastruktur pertanian. Anggota DPRD Rusno Tandriono mengusulkan perbaikan jaringan irigasi di Desa Palasa, Kecamatan Palasa, yang dinilai sudah mendesak untuk direhabilitasi.

Baca berita lainnya :  Basuki Kritik Pemda Parigi Moutong: Lampu Merah Rusak hingga 10 Tenaga Ahli Dipertanyakan

Menurutnya, sistem irigasi yang baik akan meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus mendukung efisiensi penggunaan sarana produksi, termasuk pestisida.

Sementara itu, Anggota DPRD Suyadi menyoroti kondisi pertanian di Kecamatan Mepanga dan Ongka Malino yang menerapkan pola tanam IP300 atau tiga kali tanam dan tiga kali panen dalam setahun.

Ia menjelaskan bahwa intensitas tanam yang tinggi menyebabkan siklus hama, terutama tikus sawah, sulit diputus sehingga biaya produksi petani terus meningkat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Suyadi mengusulkan agar Kementerian Pertanian memperkuat peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mendampingi petani menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Selain itu, ia juga meminta

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Lolitha Tasik Taparan mengapresiasi langkah proaktif DPRD Kabupaten Parigi Moutong dalam memperjuangkan kepentingan petani.

Baca berita lainnya :  DPRD Parigi Moutong Sentil OPD soal Pohon Trambesi dan Lubang Jalan ‘Zaman Megalitikum’

Ia memastikan seluruh usulan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Kementerian Pertanian juga meminta DPRD bersama pemerintah daerah segera melengkapi sejumlah dokumen pendukung, seperti data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terbaru, peta sebaran hama, serta proposal perbaikan jaringan irigasi di Kecamatan Palasa untuk dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

“Kami akan mengupayakan agar kebutuhan pestisida di daerah rawan serangan hama dapat diantisipasi pada musim tanam 2026–2027. Pendampingan Pengendalian Hama Terpadu dan dukungan logistik pengendalian hama juga akan kami sinkronkan bersama Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Lolitha.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan komitmen DPRD Kabupaten Parigi Moutong untuk terus mengawal realisasi seluruh usulan yang telah disampaikan kepada Kementerian Pertanian, sebagai bentuk keberpihakan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 4
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *