Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

RSUD Anuntaloko Benahi Tata Kelola Pengadaan Obat, Irwan: Prioritas Kami Pastikan Kebutuhan Pasien Terpenuhi

×

RSUD Anuntaloko Benahi Tata Kelola Pengadaan Obat, Irwan: Prioritas Kami Pastikan Kebutuhan Pasien Terpenuhi

Sebarkan artikel ini
(Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, SKM., M.Kes. (Foto: Ist)

Parimo, Updatesulawesi.id – Manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Anuntaloko Parigi terus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengadaan obat setelah sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterlambatan distribusi hingga besarnya utang kepada penyedia. Kondisi tersebut diakui sempat memengaruhi ketersediaan beberapa jenis obat bagi pasien pada periode tertentu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan karena stok obat di rumah sakit benar-benar habis, melainkan akibat keterlambatan pengiriman sejumlah item obat yang telah dipesan dari penyedia.

“Bukan karena kosong, tetapi ada beberapa item obat yang sudah kami pesan belum tiba saat dibutuhkan,” ujar Irwan di ruang kerjanya.

Menurut Irwan, selama obat yang dibutuhkan pasien tercantum dalam Formularium Nasional (Fornas) dan tersedia di jalur distribusi, RSUD Anuntaloko selalu berupaya memenuhi kebutuhan tersebut melalui apotek internal sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang menjadi hak pasien.

Baca berita lainnya :  Bapemperda DPRD Parigi Moutong Bahas Tahapan Revisi RTRW

Namun, ia mengakui bahwa pada beberapa kesempatan, khususnya pada November 2025, keterlambatan distribusi dari pihak penyedia menyebabkan sejumlah jenis obat belum dapat tersedia tepat waktu. Situasi itu menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen rumah sakit untuk memperkuat sistem pengadaan ke depan.

“Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi kami. Sistem pengadaan akan terus kami benahi agar proses pemesanan dilakukan lebih awal, lebih terencana, dan mampu mengantisipasi potensi keterlambatan distribusi,” katanya.

Selain memperbaiki mekanisme pengadaan, Irwan mengungkapkan bahwa langkah pertama yang dilakukannya setelah dipercaya memimpin RSUD Anuntaloko sebagai Plt Direktur adalah menyelesaikan persoalan utang pengadaan obat yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam kelancaran pasokan.

Baca berita lainnya :  Harga Sembako Terkendali, Pemda Parigi Moutong Desak Tambahan Pasokan Minyak Goreng

Menurutnya, penyedia obat sempat membatasi proses pengadaan karena masih adanya kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan rumah sakit.

“Saat saya masuk, yang pertama saya tanda tangani adalah pembayaran utang obat supaya akses pengadaan bisa kembali dibuka,” ungkapnya.

Ia menilai penyelesaian kewajiban kepada penyedia merupakan langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan mitra sekaligus memastikan rantai pasok obat kembali berjalan normal.

Meski demikian, Irwan mengakui masih terdapat sisa utang pengadaan yang akan diselesaikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan BLUD RSUD Anuntaloko.

Di tengah proses pembenahan tersebut, Irwan menegaskan bahwa RSUD Anuntaloko tidak pernah memiliki kebijakan mengarahkan pasien untuk membeli obat di luar apotek rumah sakit.

Baca berita lainnya :  Akselerasi Ekonomi Kawasan Transmigrasi, Parigi Moutong Bersiap Menuju Proyek Strategis Nasional

Apabila pada kondisi tertentu pasien tidak langsung memperoleh obat yang dibutuhkan, hal itu semata-mata disebabkan adanya kendala distribusi pada beberapa item obat tertentu, bukan karena kebijakan rumah sakit membebankan pengadaan obat kepada pasien.

Untuk mencegah persoalan serupa terulang, manajemen juga terus melakukan efisiensi penggunaan obat, memperkuat perencanaan kebutuhan farmasi, serta meningkatkan koordinasi dengan penyedia agar ketersediaan obat tetap terjaga tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Komitmen kami adalah memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Karena itu, perbaikan sistem pengadaan obat akan terus kami lakukan agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara tepat waktu, berkelanjutan, dan sesuai standar pelayanan,” tutup Irwan.

Total Views: 6
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *