Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Banjir-Longsor Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat, Penanganan Infrastruktur Dikebut

×

Banjir-Longsor Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat, Penanganan Infrastruktur Dikebut

Sebarkan artikel ini
(Foto: Istimewa)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menetapkan penanganan banjir dan longsor di Kecamatan Kasimbar dalam status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 29 Agustus 2026.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai, mengatakan status tanggap darurat ditetapkan untuk mempercepat penanganan di sejumlah desa yang terdampak bencana.

“Penetapan tanggal 29 kemarin karena memang perlu penanganan segera di lapangan, di desa-desa terdampak,” kata Rivai, Senin (31/8/2026).

Menurut Rivai, penanganan saat ini difokuskan di Desa Laemanta Utara, Laemanta Induk, Peningka, dan Labuan Donggulu.

Dari sisi akses transportasi, Jalan Trans Sulawesi telah kembali dapat dilalui. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah juga telah melakukan penanganan infrastruktur, termasuk pemasangan jembatan Bailey di Desa Peningka.

“Jalan Trans-nya sendiri sudah bisa dilalui. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah sudah bekerja, kemudian jembatan sudah terpasang,” ujarnya.

Baca berita lainnya :  Reses Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Warga Pande Soroti Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Selain akses jalan dan jembatan, penanganan diarahkan pada normalisasi sungai di Labuan Donggulu. BPBD Parimo telah mengerahkan alat berat, namun masih membutuhkan alat dengan ukuran lebih kecil agar dapat menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Sementara di Desa Peningka, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu telah melakukan normalisasi sungai sejak 29 Agustus 2026.

Pemenuhan kebutuhan dasar warga juga menjadi perhatian. Pada hari yang sama, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki air ke Desa Peningka.

Rivai menyebutkan jaringan pipa air bersih yang mengalami kerusakan telah diperbaiki. Namun, masih terdapat bagian pipa yang terputus di sekitar jembatan dan dijadwalkan disambungkan kembali pada 1 September 2026.

“Cuma ada yang masih (pipa) putus di jembatan. Itu yang besok kami akan lakukan penyambungannya kembali,” katanya.

Baca berita lainnya :  DPRD Parigi Moutong Gelar RDP IPR Buranga,Hadirkan DiskopUKM

Gangguan air bersih juga terjadi di salah satu dusun di Desa Laemanta Induk. BPBD Parimo bersama PMI Parimo sementara memasok air menggunakan mobil tangki sambil melakukan penelusuran terhadap titik kerusakan jaringan.

Untuk penanganan sungai di wilayah tersebut, BPBD Parimo telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah. Normalisasi Sungai Laemanta Induk juga direncanakan disertai penguatan tebing.

“Alhamdulillah, BPBD Provinsi sudah menyahuti untuk normalisasi di Sungai Laemanta Induk, dan rencananya dilakukan bersama dengan penguatan tebing. Sisa eksekusinya lagi mereka akan datang,” ujar Rivai.

Di Desa Laemanta Utara, pemerintah desa mengusulkan pemasangan geobag pada bagian kawasan sungai yang jebol. Usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari BWS Sulawesi III Palu.

Sebanyak 300 hingga 500 geobag disiapkan untuk dibawa ke lokasi dan dipasang dalam waktu dekat. Material tersebut akan diambil dari BWS Sulawesi III Palu.

Baca berita lainnya :  RSUD Anuntaloko Bergerak Cepat Saat Gempa M 6,7, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

“Jumlah pastinya ini antara 300 atau 500 piece. Rencananya besok kami akan ambil di balai sungai untuk kami bawa ke sana,” katanya.

Rivai menegaskan penanganan bencana di Kecamatan Kasimbar dilakukan secara lintas instansi sesuai kewenangan masing-masing.

BPJN Sulawesi Tengah menangani akses jalan dan jembatan, sedangkan BWS Sulawesi III Palu menangani normalisasi sungai serta penyediaan geobag. Sementara BPBD Provinsi Sulawesi Tengah turut menangani normalisasi dan penguatan tebing di sejumlah lokasi terdampak.

“Alhamdulillah semua sudah kerja,” ujarnya.

Adapun BPBD Parigi Moutong menangani sejumlah kebutuhan sesuai kewenangannya, termasuk normalisasi sungai di Labuan Donggulu.

“Kami sendiri melakukan normalisasi di Labuan Donggulu dan sudah kami lakukan per hari ini,” pungkas Rivai.

Total Views: 135
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *