Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi & Daerah

Warga Parigi Moutong Berburu Pertalite, Satgas Soroti Kepanikan Masyarakat

×

Warga Parigi Moutong Berburu Pertalite, Satgas Soroti Kepanikan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Antrean kenderaan untuk mendapatkan bbm. (Foto: Yunus)

Parimo, Updatesulawesi.id – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Parigi, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengular hingga badan Jalan Trans Sulawesi dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Penertiban BBM Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang turun langsung melakukan pengawasan bersama unsur TNI dan kepolisian pada Rabu (21/10/2026) pagi.

Ketua Satgas, Ismet, menilai kepanikan masyarakat diduga menjadi salah satu faktor yang memicu lonjakan antrean kendaraan. Meski demikian, penyebab pasti meningkatnya jumlah pengantre masih perlu ditelusuri.

“Kita lihat kondisi secara kasat mata, ini antrean. Pada waktu malam hari saya sempat di sini bersama teman-teman Satgas. Kenapa sampai terjadi begini, masyarakat panik,” kata Ismet saat diwawancarai sejumlah awak media.

Berdasarkan pantauan tim ReelsParimo, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mulai membludak sejak Senin malam (19/10/2026). Kendaraan yang hendak mengisi Pertalite terlihat berjejer hingga badan jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Baca berita lainnya :  Pasca Evaluasi Gubernur, DPRD Dorong APBD 2026 Lebih Pro Kebutuhan Warga

Ismet menjelaskan, berdasarkan komunikasi yang dilakukannya, satu mobil tangki yang memasok SPBU tersebut biasanya membawa total 16 ton BBM, terdiri atas 8 ton solar dan 8 ton Pertalite.

Untuk mengantisipasi antrean panjang, ia mengusulkan agar Pertamina mempertimbangkan pengiriman satu mobil tangki dengan muatan penuh Pertalite, terutama untuk merespons tingginya permintaan masyarakat.

“Seharusnya, biar tidak timbul antrean, kalau bisa satu tangki itu 16 ton Pertalite semua. Itu masukan kami dari Satgas untuk pihak Pertamina biar tidak terjadi kepanikan warga yang ada di wilayah Parigi Moutong,” ujarnya.

SPBU Klaim Stok Normal

Sementara itu, pihak manajemen SPBU Parigi, Zulkifli, menyatakan stok BBM di SPBU tersebut masih dalam kondisi normal berdasarkan perhitungan internal pengelola.

Baca berita lainnya :  Wujud Kehadiran Negara, Bantuan BNPB Tiba untuk Korban Karhutla di Parigi Utara

Namun, ia menjelaskan bahwa pengiriman BBM dari Depot Donggala membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk tiba di Parigi. Waktu tempuh dan keterlambatan pasokan dari depot dapat memengaruhi proses distribusi BBM ke SPBU.

Untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat, pihak SPBU juga mengubah pola penerimaan pasokan dengan mendahulukan Pertalite sebelum solar pada malam hari.

Meski demikian, Zulkifli mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab lonjakan antrean yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Kita kaget karena tiba-tiba langsung membludak. Entah isu apa yang beredar di luar sampai antrean tiba-tiba membludak. Padahal kalau kita hitung-hitungannya stok normal, cuma pengantre tiba-tiba membludak. Itu kami belum bisa pastikan apa penyebabnya,” kata Zulkifli.

Menurutnya, manajemen SPBU terus berkoordinasi dengan Satgas untuk mengevaluasi pola penyaluran BBM kepada masyarakat, baik pengendara sepeda motor maupun mobil, agar pelayanan dapat berjalan lebih tertib.

Baca berita lainnya :  Program Kampung Nelayan Merah Putih Resmi Masuk Parigi Moutong, Delapan Kawasan Jadi Prioritas

Evaluasi juga dilakukan terhadap mekanisme pembelian BBM menggunakan jeriken. Jika sebelumnya pembelian dilakukan melalui sistem pendaftaran, kini pengelola menerapkan pembatasan jumlah pembelian atau jatah jeriken bagi setiap orang.

“Awalnya itu didaftar, sekarang dijatah berapa galon per orang. Itu bertahap, kita evaluasi terus bagaimana caranya supaya bisa semua dapat,” ujarnya.

Di tengah antrean yang memanjang hingga badan jalan, koordinasi antara Satgas, pengelola SPBU, dan pihak terkait menjadi penting untuk memastikan distribusi Pertalite berjalan tertib serta kebutuhan masyarakat tetap terlayani.

Kepastian pasokan, transparansi informasi mengenai ketersediaan BBM, dan pengaturan antrean diharapkan dapat membantu meredam kepanikan sekaligus mencegah antrean kendaraan kembali meluas di jalur Trans Sulawesi.

Total Views: 31
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *