
Parimo, Updatesulawesi.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong menghadirkan program Jaksa Jaga Dapur MBG sebagai upaya mendukung pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait kualitas makanan, keamanan pangan, dan kesesuaian pelaksanaan di lapangan.
Melalui program tersebut, masyarakat, terutama penerima manfaat MBG, diberikan ruang untuk menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program.
Kanal pengaduan itu dapat diakses melalui situs atau aplikasi jagadapurmbg.id. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi siswa, guru, maupun orang tua agar dapat menyampaikan informasi secara langsung terkait persoalan yang ditemukan di lapangan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Parigi Moutong, Rony Hotman Gunawan, S.H., M.H., mengatakan kanal tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh penerima manfaat untuk melaporkan berbagai hal yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan pelaksanaan MBG.
“Ada situs/aplikasi jagadapurmbg.id yang bisa digunakan oleh penerima manfaat (siswa, guru, orang tua) untuk langsung melaporkan jika ada hal yang tidak benar di lapangan melalui situs/aplikasi tersebut,” ujar Rony saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (4/11/2026).
Rony menjelaskan, upaya pengawasan terhadap program MBG sebelumnya juga telah dilakukan Kejari Parigi Moutong melalui kegiatan Penerangan Hukum tentang Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di wilayah hukum Kejari Parigi Moutong.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 17 September 2026 di Aula Kejari Parigi Moutong. Agenda itu bertujuan memberikan pemahaman hukum sekaligus memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
Melalui program Jaksa Jaga Dapur MBG, kejaksaan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawasi program pemerintah tersebut. Partisipasi penerima manfaat dinilai penting agar berbagai persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Pengawasan terhadap kualitas makanan, keamanan pangan, serta ketepatan pelaksanaan menjadi aspek penting agar Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan yang diharapkan.
















