Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi Moutong

Pemda Parimo Lakukan Evaluasi Kinerja P3S

×

Pemda Parimo Lakukan Evaluasi Kinerja P3S

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parimo, Kartikowati,Senin (13/10).‎‎

Parimo,Updatesulawesi.id– Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi kinerja pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S).

‎‎Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Senin (13/10).‎‎

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parimo, Kartikowati, mengatakan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat efektivitas program penurunan stunting di daerah.‎‎

Baca berita lainnya :  Pemkab Parimo Komitmen Pemenuhan Hak Anak di HAN 2025

“Rapat ini menjadi refleksi bersama untuk memastikan intervensi berjalan secara terpadu, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Kartikowati.‎‎

Ia mengungkapkan, berdasarkan pendataan tahun 2024 yang bersumber dari Data SIGA (Sistem Informasi Keluarga), di Kabupaten Parimo terdapat 26.456 keluarga atau sekitar 32,5 persen yang masuk kategori berisiko stunting.

Baca berita lainnya :  Dugaan Pungutan Rp10 Juta di Lokasi PETI Desa Tombi Mencuat, Camat Ampibabo Tegaskan Tidak Pernah Diberitahu

Dari jumlah tersebut, 7,8 persen keluarga tidak memiliki sumber air minum utama yang layak.‎‎

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa faktor kehamilan berisiko tinggi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kasus stunting di daerah tersebut.‎‎

“Berdasarkan pendataan tahun 2024, tercatat 11,7 persen kehamilan terjadi pada usia terlalu muda (di bawah 20 tahun) dan 21,78 persen pada usia terlalu tua,” sambungnya.‎‎

Baca berita lainnya :  Wabup Parimo Apresiasi BI Dan TNI AL,Lepas Ekspedisi Ruber

Kartikowati menegaskan, upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga harus menyentuh aspek pengendalian kelahiran dan peningkatan kualitas hidup keluarga.‎‎

“sesuai data ini bahwa pencegahan stunting perlu pendekatan menyeluruh,tidak hanya soal gizi, tetapi juga pola hidup, lingkungan, dan perencanaan keluarga,” tegasnya

Total Views: 151
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *