Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Wabup Abdul Sahid: Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Parigi Moutong

×

Wabup Abdul Sahid: Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
(Foto: Diskominfo Parimo)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat langkah nyata dalam menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut kembali ditegaskan Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, saat membuka Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026 yang diselenggarakan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu di Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (6/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Sahid membacakan sambutan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, yang menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

Bupati melalui sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu atas komitmennya mendampingi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam memperkuat intervensi percepatan penurunan stunting. Kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama agar setiap anak di Parigi Moutong memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujar Abdul Sahid membacakan sambutan Bupati.

Ia menjelaskan, Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) merupakan kerja sama Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI sejak 2024. Program tersebut didukung pendanaan Pemerintah Indonesia bersama Bank Dunia sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Baca berita lainnya :  Gubernur Sulteng dan Pj Bupati Parimo Dorong Pengurus Apdurin Yang Baru Sejahterakan Petani

Melalui program ini, berbagai intervensi akan diperkuat, mulai dari pencegahan anemia pada remaja putri, peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi bayi dan balita, pemberian ASI eksklusif, penyediaan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai standar, imunisasi lengkap, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Abdul Sahid, stunting bukan hanya persoalan anak bertubuh pendek, tetapi merupakan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, penurunan kemampuan belajar, rentan terhadap penyakit, hingga menurunnya produktivitas saat memasuki usia kerja.

Baca berita lainnya :  Pelayanan RSUD Anuntaloko Dipertanyakan, DPRD Parigi Moutong Angkat Suara

Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum kehamilan, melalui pemenuhan gizi remaja putri, kesehatan ibu hamil, hingga pemenuhan kebutuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi periode paling menentukan bagi tumbuh kembang anak.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan perkembangan prevalensi stunting di Kabupaten Parigi Moutong yang menunjukkan tren cukup baik dalam lima tahun terakhir, meskipun masih mengalami fluktuasi. Data pemerintah daerah mencatat prevalensi stunting berada pada angka 10,9 persen pada 2021, turun menjadi 9,1 persen pada 2022, meningkat menjadi 9,8 persen pada 2023, kembali turun menjadi 8,7 persen pada 2024, dan berada di angka 9,3 persen pada 2025.

“Fluktuasi ini menjadi pengingat bahwa kerja keras kita belum selesai. Dibutuhkan komitmen yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan agar angka stunting terus ditekan secara konsisten,” tegasnya.

Pendampingan Program INEY Fase II diawali dengan analisis situasi dan advokasi lintas sektor, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan langsung kepada kelompok sasaran melalui Posyandu maupun kunjungan ke keluarga. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Siniu dan Puskesmas Ampibabo ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project) pelaksanaan Program INEY Fase II di Kabupaten Parigi Moutong.

Baca berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong dan Masyarakat Gelar Sholat Idul Fitri 1446 H di Halaman Kantor Bupati

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap program ini mampu memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, target menurunkan angka stunting secara berkelanjutan diharapkan dapat tercapai.

Mengakhiri sambutan Bupati, Wakil Bupati Abdul Sahid mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, organisasi masyarakat, hingga keluarga untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan generasi Parigi Moutong yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting.

Usai membacakan sambutan tersebut, Abdul Sahid secara resmi membuka kegiatan Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026, yang diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 1
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *