Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Olahraga

Pengurus PBSI Parigi Moutong Dilantik, KONI Tekankan Pembinaan Atlet Lokal Menuju Porprov 2026

×

Pengurus PBSI Parigi Moutong Dilantik, KONI Tekankan Pembinaan Atlet Lokal Menuju Porprov 2026

Sebarkan artikel ini
Sekretaris KONI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, S.Pd,. (Foto: Arqi)

Parimo, Updatesulawesi.id – Sekretaris KONI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, S.Pd., mengapresiasi pelantikan kepengurusan baru Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Parigi Moutong. Menurutnya, terbentuknya kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan prestasi olahraga bulu tangkis di daerah (16/07).

Dalam sambutannya, Supardin menegaskan bahwa kepengurusan yang baru memikul tanggung jawab besar karena dalam beberapa bulan ke depan Kabupaten Parigi Moutong akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Morowali pada 2–11 November 2026.

“Atas nama KONI Kabupaten Parigi Moutong, saya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah besar untuk membawa cabang olahraga bulu tangkis meraih prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap pelantikan tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh cabang olahraga di Parigi Moutong dalam membangun organisasi yang profesional dan tertata. Menurutnya, KONI saat ini terus melakukan pembenahan terhadap seluruh organisasi olahraga agar pembinaan atlet berjalan lebih efektif.

Baca berita lainnya :  O2SN SMP 2026 Jadi Wadah Lahirkan Talenta Olahraga Pelajar Parigi Moutong

Supardin mengungkapkan, menjelang Porprov 2026, KONI telah melakukan monitoring terhadap 27 cabang olahraga untuk memastikan kesiapan masing-masing cabor, baik dari sisi organisasi maupun pembinaan atlet.

“Pesan Bupati Parigi Moutong sangat jelas. Atlet yang diberangkatkan ke Morowali harus benar-benar siap bersaing dan mampu merebut medali. Karena itu, kami turun langsung mengecek kesiapan seluruh cabang olahraga,” katanya.

Hasil monitoring, lanjutnya, menunjukkan bahwa salah satu kendala yang masih dihadapi sejumlah cabang olahraga adalah tata kelola organisasi. Menurutnya, organisasi yang tidak berjalan baik akan berdampak langsung terhadap pembinaan dan prestasi atlet.

Karena itu, ia berharap kepengurusan PBSI yang baru mampu menyusun program kerja yang terstruktur dan berkelanjutan, mulai dari pembinaan atlet usia dini, remaja, junior hingga senior.

“Kalau tidak memiliki program pembinaan yang jelas dan berkesinambungan, akan sulit melahirkan atlet berprestasi. Pembinaan adalah kunci utama,” tegasnya.

Supardin juga menyampaikan bahwa pembinaan bulu tangkis di Parigi Moutong telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Tahun ini, atlet bulu tangkis tingkat SD berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan dijadwalkan mewakili daerah pada ajang nasional di Jakarta pada Agustus mendatang.

Baca berita lainnya :  Sekda Parigi Moutong Lepas Atlet IPF Pickleball Ikuti Championship 2026 di Sulbar

“Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan bulu tangkis di Parigi Moutong berjalan dengan baik. Dari hasil monitoring kami, bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang aktif melakukan pembinaan atlet secara berjenjang,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat, pemerhati olahraga, dan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan bulu tangkis agar mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.

Dalam kesempatan tersebut, Supardin juga menitipkan pesan kepada pengurus baru agar menyusun program yang terukur dan berorientasi pada pembinaan atlet lokal.

Ia menegaskan, KONI Parigi Moutong tetap berkomitmen mengembangkan potensi atlet daerah dan menolak kebijakan mendatangkan atlet dari luar hanya demi mengejar prestasi sesaat.

“Kami sudah menyampaikan kepada Ketua KONI Provinsi Sulawesi Tengah bahwa KONI Parigi Moutong tidak sepakat membeli atau mendatangkan atlet dari luar daerah. Kami lebih memilih membina atlet sendiri karena prestasi akan jauh lebih membanggakan jika diraih putra-putri daerah,” tegasnya.

Baca berita lainnya :  KONI Sulteng Gelar Musorprov XIV Menuju PON 2028

Menurut Supardin, pengalaman pada ajang PON sebelumnya menjadi pelajaran penting. Meski Sulawesi Tengah meraih sejumlah medali emas, sebagian besar disumbangkan atlet dari luar daerah sehingga kebanggaan masyarakat terhadap hasil tersebut dinilai belum maksimal.

“Lebih baik anggaran yang ada digunakan untuk memperkuat pembinaan di setiap cabang olahraga daripada menghabiskannya untuk mendatangkan atlet dari luar. Peringkat bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang paling penting adalah lahirnya atlet-atlet daerah yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” pungkasnya.

Supardin mencontohkan keberhasilan atlet atletik asal Kecamatan Ampibabo yang mampu mempersembahkan medali emas pada PON Riau 2012 meski dengan berbagai keterbatasan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet lokal yang konsisten mampu menghasilkan prestasi membanggakan bagi daerah.

Total Views: 14
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *