Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Tempuh Perjalanan ke Pelosok, Polres Parigi Moutong Edukasi Pelajar soal Narkoba dan Bullying

×

Tempuh Perjalanan ke Pelosok, Polres Parigi Moutong Edukasi Pelajar soal Narkoba dan Bullying

Sebarkan artikel ini
(Foto: Yunus Reels Parimo)

Parimo, Updatesulawesi.id – Komitmen Polres Parigi Moutong dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dan perundungan (bullying) tidak hanya diwujudkan di sekolah-sekolah perkotaan. Dengan menempuh perjalanan menuju wilayah pelosok, jajaran kepolisian hadir langsung memberikan edukasi kepada para pelajar agar memiliki bekal pengetahuan sejak dini dalam menghadapi berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan yang digelar oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Parigi Moutong di SMP Negeri Satu Atap 1 Parigi Tengah, Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan pihak sekolah yang menginginkan para siswanya mendapatkan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak buruk tindakan bullying di lingkungan pendidikan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Satbinmas dan Satresnarkoba Polres Parigi Moutong secara rutin melaksanakan penyuluhan serupa di sejumlah sekolah sebagai bagian dari program pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pembentukan karakter pelajar.

Baca berita lainnya :  Anggota DPRD Parigi Moutong Desak Penertiban Distribusi Solar Subsidi, Minta Dugaan Penyimpangan Diusut

Meski harus menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju Desa Matolele, semangat personel kepolisian tidak surut. Setibanya di sekolah, mereka disambut antusias oleh para siswa yang mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan dengan penuh perhatian.Kasat Binmas Polres Parigi Moutong, AKP Zulkufran, S.H., mengawali kegiatan dengan mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai modus peredaran narkoba yang kini menyasar generasi muda.

“Dulu suatu negara memiliki banyak cara untuk menjajah. Salah satunya melalui penyebaran narkoba yang dikemas sedemikian rupa, misalnya menyerupai permen. Tujuannya agar anak-anak yang mengonsumsinya menjadi kecanduan,” ujar Zulkufran.

Ia mengingatkan para siswa agar selalu berhati-hati terhadap segala bentuk ajakan maupun pemberian dari orang yang tidak dikenal serta berani mengatakan tidak terhadap narkoba.

Baca berita lainnya :  Munir Said Thalib: 14 Tahun Misteri Kematian yang Belum Terungkap

Selanjutnya, materi mengenai pencegahan bullying disampaikan oleh Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Parigi Moutong, Aiptu Zulham, S.Sos. Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan maupun perlakuan yang merendahkan orang lain.

“Ada tiga jenis bullying, salah satunya bullying verbal, yaitu menyerang seseorang melalui kata-kata, ejekan, atau hinaan,” jelasnya.

Materi disampaikan secara interaktif menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para pelajar sehingga suasana penyuluhan berlangsung hidup dan mudah dipahami oleh peserta.

Pada sesi berikutnya, PS Kanit Sidik Satresnarkoba Polres Parigi Moutong, Aipda Charles Barumbun, memberikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan bahwa usia remaja merupakan fase yang paling rentan terpengaruh karena rasa ingin tahu yang tinggi.

Baca berita lainnya :  Tata Kelola Tambang Disorot, Bupati Parimo Akui Dampak Ekonomi dan Tantangan Pengawasan

“Anak-anak usia remaja pada dasarnya paling mudah terpengaruh karena masih didominasi rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan sekali-kali adik-adik mencoba narkoba ataupun NAPZA,” tegas Charles.

Selain memperkenalkan berbagai jenis narkoba, ia juga menjelaskan dampak kesehatan, ancaman pidana bagi pelaku penyalahgunaan narkoba, serta bagaimana narkoba dapat menghancurkan cita-cita dan masa depan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Polres Parigi Moutong berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya narkoba dan bullying, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan berani menolak penyalahgunaan narkoba, menghentikan praktik perundungan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan saling menghargai.

Edukasi hingga menjangkau sekolah-sekolah di pelosok desa menjadi bukti bahwa upaya melindungi generasi muda harus dilakukan tanpa mengenal batas wilayah.

Total Views: 24
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *