
Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan dan peningkatan produktivitas sektor pertanian. Upaya tersebut ditandai dengan audiensi antara Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase dan Tim Percepatan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) di Ruang Kerja Bupati, Kamis (23/07).
Pertemuan ini menjadi momentum mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam merumuskan program berbasis riset guna menjawab berbagai tantangan pertanian di Kabupaten Parigi Moutong.
Audiensi turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong Irwan, serta jajaran Fakultas Pertanian Untad, di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Moh. Hibban Toana, M.Si., Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Prof. Dr. Ir. Abd. Hadid, M.Si., Abdul Rahim, Fadliah, M.M.P., beserta para dosen dan pakar dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari budidaya tanaman, ilmu tanah, hama dan penyakit tanaman hingga teknologi pengolahan hasil pertanian.
Dalam paparannya, Prof. Abd. Hadid menjelaskan bahwa Fakultas Pertanian Untad memiliki sumber daya manusia yang lengkap untuk mendukung pembangunan sektor pertanian di daerah. Saat ini, Untad tengah menjalankan program pengabdian kepada masyarakat selama tiga tahun di sejumlah kabupaten sekitar Kota Palu, termasuk Kabupaten Parigi Moutong.
Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan yang disesuaikan dengan arah pembangunan Kabupaten Parigi Moutong sebagai salah satu sentra pertanian terbesar di Sulawesi Tengah.
“Kampus harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat melalui keahlian para dosen, meskipun masih memiliki keterbatasan pendanaan. Karena itu, kami mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra,” ujar Prof. Abd. Hadid.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengungkapkan sejumlah persoalan strategis yang membutuhkan dukungan riset dari kalangan akademisi. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penyakit bangkalan yang menyerang tanaman durian dan hingga kini masih menjadi ancaman bagi produktivitas petani.
Menurutnya, penelitian yang dilakukan diharapkan bersifat berkelanjutan sehingga penyebab penyakit dapat diidentifikasi secara ilmiah dan solusi penanganannya dapat diterapkan secara luas di sentra-sentra produksi durian.
Irwan juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Universitas Tadulako, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat riset sekaligus memperoleh dukungan pendanaan bagi pengembangan sektor pertanian.
Selain persoalan durian, pemerintah daerah juga menyoroti masih rendahnya produktivitas di sejumlah kawasan pertanian serta pentingnya pengembangan hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, dan durian agar mampu memberikan nilai tambah serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Sementara itu, dosen Fakultas Pertanian Untad, Abdul Rahim, menyatakan kesiapan timnya mendukung berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Ia menjelaskan, Fakultas Pertanian Untad memiliki tenaga ahli yang mencakup seluruh rantai pengembangan pertanian, mulai dari budidaya hingga teknologi pengolahan hasil. Pengalaman pendampingan yang dimiliki juga mencakup pengolahan produk durian serta fasilitasi sertifikasi produk ekspor.
“Kami memiliki tenaga ahli mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil pertanian. Jika ada program yang dapat dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, kami siap memberikan dukungan melalui teknologi, riset, dan pendampingan,” katanya.
Menutup audiensi, Bupati H. Erwin Burase menyambut positif inisiatif Universitas Tadulako dan mengapresiasi komitmen para akademisi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan ilmiah dan inovasi.
Bupati berharap sinergi yang terjalin segera diwujudkan dalam program-program konkret yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi petani, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian Parigi Moutong yang maju, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
















