Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pmerintah Daerah

Bupati Parigi Moutong Tinjau Korban Banjir Toribulu, 191 KK Terdampak

×

Bupati Parigi Moutong Tinjau Korban Banjir Toribulu, 191 KK Terdampak

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase meninjau kondisi warga terdampak banjir di Kecamatan Toribulu sekaligus menyerahkan bantuan. (Foto: Diskominfo Parimo)

Parimo, Updatesulawesi.id – Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase meninjau kondisi warga terdampak banjir di Kecamatan Toribulu sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan hasil pendataan pemerintah daerah, sebanyak 191 kepala keluarga (KK) di enam desa terdampak banjir yang terjadi pada 25 dan 27 September 2026.

Enam desa tersebut yakni Tomoli Utara sebanyak 70 KK, Toribulu Selatan 35 KK, Singura 30 KK, Sibalago 25 KK, Sienjo 15 KK, dan Tomoli Selatan 16 KK.

Dalam kunjungannya, Erwin mengatakan curah hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Parigi Moutong menjadi salah satu faktor yang memicu banjir berulang.

“Banjir di wilayah kita terjadi berulang-ulang. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi dan masyarakat tidak menjadi korban,” kata Erwin.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera melakukan identifikasi terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi penyebab maupun memperparah banjir.

Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan setelah kejadian, tetapi perlu disertai langkah mitigasi dan pencegahan sejak dini.

Baca berita lainnya :  Pemkab Parimo Percepat Perlindungan Pekerja Rentan, Ribuan Tenaga Informal Disiapkan Masuk Skema Jaminan Sosial

“Ini saya minta kepada OPD teknis, Badan Bencana dan juga PU untuk melihat masalahnya, mengantisipasi dari awal agar kejadian banjir ini tidak terjadi berulang-ulang,” ujarnya.

Bantuan Berasal dari BNPB

Bantuan sembako yang diserahkan kepada warga merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Setelah menyerahkan bantuan di Desa Tomoli Utara, Bupati bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Sibalago.

Di lokasi tersebut, Erwin melihat kondisi warga yang masih menempati tempat pengungsian akibat bencana banjir yang terjadi pada 2024.

Berdasarkan informasi yang diterima saat peninjauan, masih terdapat delapan KK yang tinggal di lokasi pengungsian. Bahkan, sejumlah tenda digunakan bersama oleh lebih dari satu keluarga.

Erwin juga berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Dalam dialog tersebut, pemerintah mendapatkan informasi mengenai salah seorang warga yang sedang sakit dan membutuhkan perhatian, terutama terkait pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Baca berita lainnya :  Ribuan Jamaah Padati Haul Guru Tua, Bupati Parigi Moutong Ajak Warga Teladani Ilmu dan Akhlak

Selain sembako, pemerintah turut menyerahkan bantuan berupa tenda dan sarung serta menyediakan mesin pompa air untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di lokasi pengungsian.

Pemprov Siapkan Rumah Permanen

Kondisi warga yang telah lama berada di lokasi pengungsian menjadi perhatian pemerintah daerah.

Erwin mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan membantu pembangunan rumah permanen bagi warga yang hingga kini masih menempati lokasi pengungsian.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan berukuran 37 x 40 meter sebagai lokasi pembangunan hunian bagi warga tersebut.

Menurut Erwin, pembangunan rumah permanen akan ditindaklanjuti melalui proses pengadaan sesuai ketentuan dan diharapkan dapat segera dilaksanakan.

“Pemerintah provinsi membantu pembangunan rumah permanen, sementara pemerintah kabupaten sudah menyiapkan lahannya. Kita berharap prosesnya dapat segera berjalan sehingga masyarakat yang masih berada di pengungsian bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.

Hunian permanen tersebut diharapkan menjadi solusi bagi warga yang masih tinggal di pengungsian sejak bencana banjir 2024.

Baca berita lainnya :  Sekda Zulfinasran: 19 Jabatan Kosong di Parigi Moutong Akhirnya Dibuka Setelah Tiga Tahun

Warga Diminta Waspadai Bencana Lain

Selain banjir, Erwin mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi bencana lainnya, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

Ia mengatakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Parigi Moutong saat ini tidak seragam. Sebagian wilayah mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir, sementara wilayah lain menghadapi kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat, termasuk anak-anak sekolah.

Menurutnya, ketika bencana terjadi, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan perempuan perlu mendapatkan perhatian dalam proses evakuasi dan penanganan.

Erwin juga mengapresiasi relawan, BPBD, pemerintah desa, camat beserta jajaran, serta masyarakat yang telah terlibat dalam penanganan bencana.

Ia berharap berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dapat memberikan solusi bagi warga terdampak, terutama masyarakat Desa Sibalago yang masih berada di pengungsian, sehingga mereka dapat segera memperoleh hunian yang lebih layak dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Total Views: 1
Example 728x90
Editor: Dwi Bintang Dermawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *