
Parimo,Updatesulawesi.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo),Tri Nugrah Adiyartha mengungkapkan bahwa Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial Anak Berhadapan dengan Hukum (LPKS ABH) Siniu saat ini mengalami kekosongan tenaga Psikolog dan Psikolog Klinis.
Hal itu disampaikan dalam rapat Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Strategis Tahun 2025–2029 yang digelar di Mako Tagana Parimo.Jumat,(10/10).
Kekosongan tenaga profesional di LPKS ABH Siniu menjadi perhatian serius, mengingat lembaga tersebut menangani anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum dan membutuhkan pendampingan psikologis secara intensif.
Tanpa kehadiran psikolog, proses pembinaan dan pemulihan mental anak dinilai tidak akan berjalan optimal.
Ia menyampaikan bahwa Dinsos Parimo telah berupaya mencari solusi dengan menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan instansi pendidikan dan lembaga profesi psikologi.
Namun hingga saat ini, penempatan tenaga psikolog di LPKS ABH belum terealisasi akibat keterbatasan anggaran dan regulasi kepegawaian.
“Anak-anak di LPKS bukan hanya butuh pembinaan sosial dan hukum, tapi juga pemulihan psikis. Sayangnya, kami masih menghadapi kendala sumber daya manusia, terutama tenaga Psikolog dan Psikolog Klinis,” ungkapnya dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, keberadaan psikolog di LPKS ABH sangat penting dalam memberikan asesmen, konseling, serta terapi psikologis bagi anak-anak yang mengalami trauma atau tekanan mental selama menjalani proses hukum.
Tanpa intervensi profesional, kondisi kejiwaan anak dikhawatirkan dapat memburuk dan menghambat proses reintegrasi sosial mereka.
Tri pun berencana memasukkan kebutuhan tenaga psikolog dan psikolog klinis ke dalam rencana strategis (Renstra) 2025–2029, agar menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah bidang sosial.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan perlindungan anak dan memperbaiki sistem pembinaan di LPKS ABH Siniu.
“Harapan kami, pada periode Renstra mendatang sudah ada alokasi khusus untuk perekrutan tenaga psikolog. Karena ini menyangkut masa depan anak-anak yang harus kita pulihkan dan arahkan kembali ke jalur yang benar,” tutupnya















