
Parimo,Updatesulawesi.id – Dalam rapat Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Strategis Tahun 2025–2029 yang digelar di Aula Mako Tagana, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Farit Buraera, menyoroti pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Farit mengaku baru mendengar adanya surat edaran bersama tiga menteri terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diterbitkan pada tahun 2019.
Ia menegaskan akan segera menindaklanjuti hal tersebut ke pimpinan Disdikbud Parimo, mengingat sebelumnya persoalan ini juga sempat dikomunikasikan dengan Plt. Kadisdikbud.
“Karena memang beberapa waktu akhir-akhir ini di wilayah kita sering terjadi bencana, dan biasanya terjadi pada jam-jam sekolah. Jadi memang sangat diperlukan pemahaman penyelamatan di lingkungan sekolah saat bencana,” ujarnya, Jumat (10/10).
Menurutnya, simulasi pengetahuan dini tentang kebencanaan perlu diterapkan di sekolah-sekolah agar para guru dan siswa dapat memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.
Langkah ini, kata dia, merupakan bentuk mitigasi yang bisa menyelamatkan banyak nyawa.
“Memang perlunya kerja sama dan kolaborasi antarinstansi dalam memitigasi bencana di Parimo, karena kita termasuk daerah yang rentan terhadap bencana banjir maupun gempa bumi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Farit meminta agar Dinas Sosial Parimo bersama Tagana terus melakukan koordinasi dengan pihak Disdikbud, sehingga upaya kesiapsiagaan bencana di sekolah bisa berjalan maksimal.
“Tetap ingatkan kami agar ini bisa dilakukan di seluruh sekolah yang ada di daerah kita,” tandasnya.















