Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Akselerasi Ekonomi Kawasan Transmigrasi, Parigi Moutong Bersiap Menuju Proyek Strategis Nasional

×

Akselerasi Ekonomi Kawasan Transmigrasi, Parigi Moutong Bersiap Menuju Proyek Strategis Nasional

Sebarkan artikel ini
(Foto: Diskominfo Parimo)

Parimo,Updatesulwesi.id – Kabupaten Parigi Moutong mulai memasuki babak baru pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kini bergerak mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan hilirisasi komoditas, investasi berbasis potensi lokal, serta integrasi program lintas kementerian.

Langkah strategis tersebut diperkuat melalui kunjungan kerja Direktur Perencanaan Teknis, Pengembangan Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI, Dr. Andy Wijaya, yang diterima langsung Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, di Kecamatan Mepanga, Rabu (03/06).

Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut cepat setelah Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sebelumnya melakukan audiensi dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta. Fokus utamanya adalah mendorong kawasan transmigrasi Parigi Moutong masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN), yang diyakini dapat membuka ruang investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan daya saing kawasan.

Dalam dialog bersama pemerintah daerah, Dr. Andy Wijaya menegaskan bahwa arah kebijakan Kementerian Transmigrasi saat ini telah berubah secara fundamental melalui konsep Transmigrasi Reborn.

“Paradigma kami telah berubah. Jika dulu fokusnya hanya memindahkan penduduk, saat ini orientasinya adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kita ingin kesejahteraan masyarakat transmigrasi meningkat secara nyata,” ujar Andy.

Baca berita lainnya :  Klarifikasi Disdikbud: 37 Guru Tanggung Jawab Pemda, 14 Kewenangan Provinsi

Melalui paradigma baru tersebut, Kementerian Transmigrasi menyiapkan lima program strategis yang akan disinergikan dalam pengembangan kawasan transmigrasi Parigi Moutong.

Program Trans Tuntas difokuskan pada penyelesaian legalitas lahan dan percepatan sertifikasi kawasan transmigrasi. Sementara Trans Gotong Royong mendorong kolaborasi multipihak dengan melibatkan akademisi dan perguruan tinggi dalam penyusunan roadmap pengembangan ekonomi kawasan.

Pada program Trans Patriot, pemerintah akan menurunkan sumber daya manusia unggul untuk mendampingi masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui keterlibatan tim akademisi yang dijadwalkan melakukan pendampingan pengembangan peternakan ayam di kawasan Bahari Tomini Raya selama empat bulan.

Sementara itu, program Trans Karya Nusa diarahkan untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi komoditas unggulan daerah melalui pendekatan ekonomi sirkular, dengan fokus pada penguatan rantai nilai durian, kakao, hingga kelapa dalam yang memiliki potensi pasar ekspor besar.

Baca berita lainnya :  Proyek Drainase Desa Sausu Peore Diduga Bermasalah, Kades Lalai Dapat di Pidana

Menanggapi peluang tersebut, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh penyusunan usulan PSN melalui penyediaan seluruh data teknis dan potensi kawasan.

“Masuknya PSN menjadi harapan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Kami akan segera menyiapkan seluruh data pendukung agar rencana besar bersama Kementerian Transmigrasi ini dapat benar-benar terwujud di Parigi Moutong,” tegas Erwin.

Di sela kunjungan tersebut, komitmen penguatan ekonomi masyarakat langsung diwujudkan melalui penyerahan bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan seluas 300 hektare.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada 16 kelompok tani sebagai bagian dari strategi penguatan perkebunan rakyat sekaligus upaya meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat desa.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian terhadap agenda hilirisasi komoditas daerah.

Baca berita lainnya :  Harga Sembako Terkendali, Pemda Parigi Moutong Desak Tambahan Pasokan Minyak Goreng

Penerima manfaat tersebar di enam kecamatan, yakni Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.

Setiap hektare lahan memperoleh paket dukungan komprehensif berupa bibit unggul, pupuk organik untuk fase pertumbuhan awal, serta bantuan biaya penanaman yang langsung disalurkan kepada kelompok tani.

“Tahun 2026 Kabupaten Parigi Moutong memperoleh total alokasi pengembangan seluas 500 hektare. Tahap pertama seluas 300 hektare direalisasikan saat ini, sementara tahap kedua seluas 200 hektare telah disiapkan untuk semester berikutnya,” jelas Dadan.

Dengan kombinasi antara penguatan sektor pertanian, hilirisasi komoditas unggulan, dukungan lintas kementerian, serta peluang masuk dalam Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong optimistis kawasan transmigrasi di daerahnya akan berkembang menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan investasi, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Total Views: 12
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *