
Sigi, Updatesulawesi.id – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi tak hanya dimanfaatkan sebagai ajang syiar Islam dan kompetisi keagamaan. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Melalui stan pameran yang ikut meramaikan kegiatan MTQ, Parigi Moutong menampilkan beragam produk khas daerah, mulai dari batik hasil karya Dekranasda hingga komoditas unggulan yang selama ini menjadi identitas daerah.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengatakan keikutsertaan daerahnya dalam pameran MTQ menjadi peluang strategis untuk memperluas promosi produk lokal kepada peserta, tamu, serta masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
“Saya kira dengan pameran seperti ini bisa memperkenalkan ke wilayah lain produk-produk Dekranasda, terutama motif-motif batik dan durian kita,” kata Erwin kepada wartawan di stan pameran MTQ, Senin malam (8/06).
Menurutnya, kegiatan MTQ memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar perlombaan keagamaan, karena juga mampu membuka ruang promosi bagi potensi ekonomi kreatif, produk UMKM, hingga komoditas unggulan daerah.
Ia menilai, semakin banyak masyarakat yang mengenal produk khas Parigi Moutong, maka semakin besar pula peluang produk lokal untuk berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.
“Ini bukan hanya tentang memperkenalkan produk, tetapi bagaimana kita membangun identitas daerah dan menunjukkan potensi yang dimiliki Parigi Moutong kepada masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Selain batik khas daerah, komoditas unggulan seperti durian juga menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian dalam pameran tersebut. Pemerintah daerah berharap momentum MTQ mampu membuka peluang kerja sama, investasi, hingga peningkatan pemasaran produk unggulan lokal.
Melalui promosi yang terus dilakukan, Pemkab Parigi Moutong optimistis produk-produk lokal mampu semakin dikenal, memiliki daya saing, dan menjadi kekuatan ekonomi daerah di masa mendatang.
















