Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AgamaSulteng

Buka MTQ XXXI, Anwar Hafid Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Teman Hidup

×

Buka MTQ XXXI, Anwar Hafid Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Teman Hidup

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. (Foto: Fita)

Sigi, Updatesulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang senantiasa dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seruan tersebut disampaikannya saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi, Senin malam (8/06).

Di hadapan ribuan peserta, official, tokoh agama, dan masyarakat yang memadati arena utama MTQ, Anwar mengaku terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap perhelatan keagamaan terbesar di Sulawesi Tengah tersebut.

Menurutnya, semarak MTQ bukan hanya menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pertanda kuat bahwa nilai-nilai keislaman masih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

“Melihat begitu banyak peserta dan masyarakat yang hadir malam ini, saya optimistis semarak MTQ ini akan terus berlangsung hingga penutupan. Mudah-mudahan keberkahan dari kegiatan ini juga berdampak pada kemajuan daerah kita,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Anwar menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, tugas umat Islam bukan sekadar membaca Al-Qur’an pada momen-momen tertentu, melainkan menghadirkannya dalam setiap aspek kehidupan.

Baca berita lainnya :  Erwin Burase Pasang Target Tinggi, Parigi Moutong Bidik Juara Umum MTQ Sulawesi Tengah

“Al-Qur’an ini turun dari langit, tugas kita adalah membumikannya. Jangan sampai Al-Qur’an hanya ramai ketika ada MTQ atau hanya diperhatikan di pondok-pondok tahfiz. Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia,” tegasnya.

Ia mengibaratkan Al-Qur’an sebagai buku petunjuk kehidupan yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Sebagaimana setiap produk memiliki panduan penggunaan, manusia juga memerlukan pedoman agar mampu menjalani kehidupan sesuai dengan tujuan penciptaannya.

“Kalau sebuah barang punya buku petunjuk, maka manusia juga punya petunjuk hidup. Ketika hidup kita menghadapi persoalan, banyak jawabannya terdapat dalam Al-Qur’an. Karena itu kita harus membaca, memahami, dan mengamalkannya,” katanya.

Anwar juga menyoroti kemudahan yang dimiliki masyarakat saat ini untuk mempelajari Al-Qur’an. Berbagai media pembelajaran, aplikasi digital, hingga terjemahan Al-Qur’an telah tersedia dan dapat diakses oleh siapa saja.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan tersebut dengan membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, meskipun hanya dalam jumlah yang sedikit.

Melalui program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Berani Berkah yang diwujudkan melalui gerakan Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji, Anwar berharap budaya membaca Al-Qur’an dapat semakin mengakar di tengah masyarakat.

Baca berita lainnya :  Urgensi PETI di Parigi Moutong,Yusup : Perspektif Ekologis dan Hukum

“Minimal Al-Qur’an itu kita baca setiap hari. Tidak harus dengan suara yang merdu, tidak harus banyak. Satu lembar sehari pun sudah baik. Yang penting istiqamah membaca karena Al-Qur’an akan menjadi petunjuk dalam hidup kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga mengingatkan bahwa masih banyak umat Islam yang menjadikan Al-Qur’an sekadar pelengkap di rumah. Bahkan, tidak sedikit mushaf Al-Qur’an yang tersimpan di rak dan jarang disentuh.

“Kadang-kadang Al-Qur’an di rumah hanya tersimpan di rak dan berdebu. Ini yang harus kita ubah. Jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidup setiap hari, bukan hanya dicari pada saat-saat tertentu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Menurutnya, Al-Qur’an memiliki kekuatan luar biasa dalam membentuk karakter dan melembutkan hati manusia.

Anwar mencontohkan kisah Umar bin Khattab yang dikenal sebagai sosok tegas dan pemberani, namun akhirnya tersentuh dan menerima Islam setelah mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Baca berita lainnya :  10 Peserta Lolos Wawancara Calon Anggota KPID Sulteng 2025–2028, Tunggu Fit and Proper Test di DPRD

“Tidak ada yang mampu melunakkan hati Umar bin Khattab selain Al-Qur’an. Ini menunjukkan betapa besar kekuatan Al-Qur’an dalam membentuk kepribadian manusia. Orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan memiliki hati yang lembut, peduli terhadap sesama, dan mudah tersentuh melihat penderitaan orang lain,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Anwar Hafid mengingatkan para peserta agar tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Ia berharap MTQ menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga meminta dewan hakim menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab dalam memilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Sulawesi Tengah pada ajang MTQ tingkat nasional.

“Semoga MTQ ini melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar daerah ini senantiasa aman, maju, sejahtera, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya sebelum secara resmi membuka MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Total Views: 34
Example 728x90
Penulis: NurfitaEditor: Dwi Bintang Dermawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *