
Parimo, Updatesulawesi.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara resmi ditutup oleh Asisten Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, yang mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase. Penutupan berlangsung di Arena MTQ Desa Sakinah Jaya, Senin (13/7/2026), ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Marzuk Hululo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Parigi Moutong Drs. H. Sudirman Tjora, M.M., Camat Parigi Utara Muhtar, S.P., M.AP., Kapolsek Parigi Utara, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan hakim, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Adrudin Nur menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan MTQ yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi media mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“MTQ bukan hanya perlombaan, tetapi juga sarana membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan MTQ memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Adrudin, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang mengandung nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebaikan. Karena itu, MTQ harus menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus mendorong gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Kabupaten Parigi Moutong.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita bersama-sama, secara swadaya dan mandiri, terus menggerakkan upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Kabupaten Parigi Moutong,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Adrudin juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana, dewan hakim, Pemerintah Kecamatan Parigi Utara, pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat Desa Sakinah Jaya yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ Ke-10.
Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, ia mengucapkan selamat dan berharap kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing pada MTQ tingkat kabupaten maupun provinsi.
Sementara itu, kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, Adrudin berpesan agar tidak berkecil hati. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, dan menjadikan ajang MTQ sebagai pengalaman berharga dalam meningkatkan kualitas diri.
“Prestasi bukanlah tujuan akhir. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Berdasarkan keputusan rapat pleno Dewan Hakim yang dibacakan oleh Rajib, Desa Sakinah Jaya berhasil meraih Juara Umum I dengan nilai 145. Posisi Juara Umum II diraih Desa Toboli Barat dengan nilai 140, sedangkan Desa Avolua menempati Juara Umum III dengan perolehan nilai 131.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ Ke-10 ini diharapkan semakin meningkatkan semangat masyarakat Kecamatan Parigi Utara untuk mencintai, mempelajari, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
















