
Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong terus mendorong pengembangan industri berbasis kelapa sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Workshop Gerakan Hilirisasi Kelapa Terpadu Kabupaten Parigi Moutong yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Parigi Moutong, di Ruang Sekretaris Daerah, Selasa (14/07).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Aswini menyampaikan bahwa hilirisasi kelapa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa melalui pengolahan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Selain memperkuat industri lokal, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas peluang usaha masyarakat.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat pengembangan industri kelapa terpadu. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui penguatan sektor hilir agar tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga menghasilkan produk olahan yang memiliki daya saing tinggi.
“Peningkatan nilai tambah komoditas kelapa menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya para petani,” ujar Aswini saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam mendukung pengembangan hilirisasi kelapa. Program tersebut meliputi peningkatan produktivitas kebun kelapa, pengembangan areal kelapa seluas 500 hektare, revitalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, penguatan rantai pasok dan pemasaran, hingga membangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan kelompok tani.
Usai membacakan sambutan, Aswini menegaskan bahwa workshop tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat segera menindaklanjuti hasil diskusi melalui aksi nyata dan kerja sama lintas sektor.
“Jangan sampai kegiatan ini berhenti di sini. Jangan bosan-bosan membangun kolaborasi. Kita akan membentuk tim terpadu yang bekerja lintas sektor. Saya sendiri akan ikut menggerakkan program ini, sementara leading sector utamanya berada pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama perangkat daerah terkait,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan program hilirisasi sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan industri kelapa yang maju dan berdaya saing.
Melalui workshop ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret yang mampu mempercepat pengembangan industri kelapa terpadu di daerah. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memperkuat daya saing industri daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan potensi perkebunan kelapa yang dimiliki, Parigi Moutong optimistis dapat menjadi salah satu pusat hilirisasi kelapa di Sulawesi Tengah, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat melalui pengembangan industri berbasis komoditas unggulan daerah.
















