Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
PendidikanSeni dan Budaya

Lomba Bertutur Parimo 2026, Perpustakaan Dorong Literasi dan Pelestarian Budaya di Era Digital

×

Lomba Bertutur Parimo 2026, Perpustakaan Dorong Literasi dan Pelestarian Budaya di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Foto bersama peserta lomba bertutur tingkat SD/sederajat. (Foto: Fita)

Parimo, Updatesulawesi.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Parigi Moutong mendorong penguatan budaya literasi sekaligus pelestarian tradisi bertutur di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Parigi Moutong, Syamsu Nadjamuddin, S.Pd., dalam sambutannya pada pembukaan Lomba Bertutur Tingkat SD/Sederajat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026, Senin (10/8/2026).

Syamsu mengatakan, budaya bertutur dan cerita lisan merupakan bagian dari warisan leluhur yang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai edukasi serta dapat menjadi media untuk merekam dan menyampaikan pengetahuan maupun sejarah suatu komunitas.

Namun, perkembangan zaman membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan tradisi tersebut. Modernisasi dan digitalisasi membuat budaya bertutur semakin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan cenderung hanya muncul pada momentum tertentu, seperti upacara adat atau kegiatan kebudayaan.

Karena itu, menurut Syamsu, pelestarian budaya bertutur membutuhkan pendekatan baru agar tradisi tersebut tidak sekadar menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap relevan dan dapat dinikmati generasi muda.

“Para pegiat literasi, baik perorangan maupun yang terhimpun dalam komunitas atau institusi, mulai melakukan revitalisasi dengan menghimpun atau mendokumentasikannya menjadi karya cetak, audio dan konten video, serta menggelar pentas ataupun festival budaya,” ujar Syamsu.

Baca berita lainnya :  Belajar Mitigasi Bencana, Siswa SD IT Kunjungi BPBD Parigi Moutong

Syamsu menilai perpustakaan memiliki posisi strategis dalam upaya menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Menurutnya, perpustakaan tidak cukup hanya berperan sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Di era digital, perpustakaan dituntut bertransformasi menjadi ruang belajar, pusat informasi, sekaligus tempat masyarakat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Kehadiran gawai, internet dan mesin pencari seperti Google telah membuat masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat dari berbagai penjuru dunia. Kemudahan tersebut di satu sisi memberikan manfaat besar, tetapi di sisi lain menghadirkan tantangan baru, terutama dalam membedakan informasi yang benar, relevan dan dapat dipercaya.

Karena itu, perpustakaan perlu memperkuat inovasi melalui program literasi, pembudayaan membaca, pengembangan koleksi bermutu, layanan inklusi sosial hingga penyediaan layanan elektronik dan perpustakaan digital.

“Perpustakaan nantinya tidak hanya melayani pemustaka secara konvensional, melainkan juga mampu menyediakan pelayanan elektronik-digital dan membantu masyarakat memilah informasi yang benar, memahami informasi secara kritis, menggunakan teknologi informasi secara bertanggung jawab serta menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat,” jelasnya.

Baca berita lainnya :  BPMP Sulteng dan Pemkab Parigi Moutong Perkuat Kolaborasi, Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah

Transformasi tersebut, kata Syamsu, tidak dapat dilakukan oleh perpustakaan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, satuan pendidikan, institusi swasta, pemerintah desa, pustakawan, pegiat literasi dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Lomba Bertutur Tingkat SD/Sederajat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi media pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak-anak.

Kegiatan yang berlangsung 10–11 Agustus 2026 tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kepercayaan diri, melatih kemampuan berkomunikasi, membangun kebiasaan membaca, mengenalkan budaya daerah serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap perpustakaan, khususnya perpustakaan sekolah.

Syamsu menilai kemampuan bertutur memiliki hubungan erat dengan budaya membaca. Anak yang terbiasa membaca memiliki lebih banyak referensi, kosakata dan pengetahuan yang dapat membantu mereka menyampaikan gagasan secara lebih baik.

Sebaliknya, kemampuan bertutur juga mendorong anak untuk memahami isi bacaan, mengolah informasi dan menyampaikannya kembali dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Dengan diselenggarakannya lomba ini kita berharap dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak, melatih kemampuan bertutur dan berkomunikasi mereka, menanamkan kebiasaan membaca, mengenalkan budayanya, serta menumbuhkan kecintaan mereka terhadap perpustakaan,” katanya.

Baca berita lainnya :  Bupati Erwin Burase Beri Restu dan Motivasi, Putra-Putri Parigi Moutong Siap Ikuti Seleksi Paskibraka Provinsi

Ia juga mengajak keluarga dan sekolah menjadikan buku sebagai bagian dari kehidupan anak sehari-hari. Menurutnya, membangun kebiasaan membaca tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan menyediakan bahan bacaan yang sesuai dan menarik bagi anak.

Perpustakaan Sebagai Pusat Pembelajaran Sepanjang HayatSyamsu berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terhadap pengembangan perpustakaan dan literasi terus diperkuat. Perpustakaan, menurutnya, harus mampu menjalankan fungsi yang lebih luas sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi.

Dengan fungsi tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya menyediakan akses terhadap bahan bacaan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kecerdasan dan mengembangkan potensi sumber daya manusia.

Penguatan literasi juga perlu diarahkan pada pembelajaran sepanjang hayat, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk terus memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Lomba Bertutur menjadi salah satu langkah kecil untuk tujuan yang lebih besar, membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca dan berbicara, tetapi juga mampu memahami informasi, berpikir kritis, mengenal budayanya, berkomunikasi dengan baik dan menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab.

Total Views: 13
Example 728x90
Penulis: NurfitaEditor: Dwi Bintang Dermawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *