Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Bukan Sekedar Apel, Pemkab Parimo Uji Kesiapan Hadapi Karhutla

×

Bukan Sekedar Apel, Pemkab Parimo Uji Kesiapan Hadapi Karhutla

Sebarkan artikel ini
(Foto: Diskominfo Parimo)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat saat kondisi cuaca ekstrem.

Langkah tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Kantor Polres Parigi Moutong, Selasa (11/8/2026).

Apel dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan AN, S.I.K., M.H. bertindak sebagai pimpinan apel.

Turut hadir unsur TNI AL, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Basarnas dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan bahwa kesiapsiagaan Karhutla harus dilakukan secara terencana dan melibatkan seluruh unsur terkait. Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi.

Karena itu, penanganan Karhutla diarahkan pada tiga langkah utama, yakni pencegahan, respons cepat dan pemantauan terpadu.

Baca berita lainnya :  Reses Yolanda Mambu di Sausu Trans, Warga Usulkan Pengaspalan Jalan hingga Depot Air Minum

Langkah pertama adalah memperkuat pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan serta pentingnya menjaga lingkungan ketika kondisi cuaca dan tingkat kekeringan meningkatkan risiko kebakaran.

Langkah kedua adalah respons cepat atau early attack. Setiap titik api yang ditemukan harus segera diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Sementara langkah ketiga berupa pemantauan terpadu di kawasan rawan Karhutla secara berkala. Pengawasan ini penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin sekaligus mempercepat pengerahan personel dan peralatan apabila terjadi kebakaran.

Usai apel, Wakil Bupati Abdul Sahid bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung personel serta sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla yang disiapkan masing-masing instansi.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengetahui kondisi peralatan yang akan digunakan apabila terjadi keadaan darurat.

Baca berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Matangkan Persiapan Peresmian Gedung Layanan Perpustakaan

Abdul Sahid mengapresiasi keterlibatan lintas sektor dalam kesiapsiagaan tersebut. Menurutnya, apel dan pengecekan peralatan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memastikan kemampuan setiap unsur benar-benar siap digunakan di lapangan.

“Alhamdulillah, apel dan pengecekan ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap keselamatan masyarakat Parigi Moutong. Dari hasil peninjauan, kita bisa melihat kelengkapan yang ada sekaligus menginventarisasi apa yang masih kurang,” ujar Abdul Sahid.

Ia memastikan pemerintah daerah akan memperhatikan kebutuhan peralatan yang masih diperlukan untuk memperkuat penanganan Karhutla.

“Jika memang masih ada kebutuhan peralatan penanganan Karhutla yang belum terpenuhi, Insya Allah pemerintah daerah siap mengalokasikan dan mempersiapkannya,” tegasnya.

Abdul Sahid mengingatkan bahwa luas wilayah Parigi Moutong membuat upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kewaspadaan bersama. Terlebih ketika kondisi cuaca ekstrem dapat meningkatkan potensi muncul dan meluasnya titik api.

Karena itu, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Baca berita lainnya :  Parigi Moutong Bersiap Hadirkan Layanan Darurat 112, Satu Nomor untuk Semua Kondisi Kegawatdaruratan

Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara tidak terkendali. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Penanganan Karhutla bukan hanya tugas TNI, Polri, Damkar, atau Basarnas semata. Ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, seluruh masyarakat harus ekstra hati-hati dan ikut menjaga lingkungan masing-masing,” imbau Abdul Sahid.

Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemkab Parigi Moutong berharap koordinasi dan sinergi antarinstansi semakin kuat. Kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi dan kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Bagi Parigi Moutong, kesiapsiagaan Karhutla bukan sekadar persoalan memadamkan api setelah kebakaran terjadi. Upaya terpenting adalah mencegah munculnya api, mendeteksinya sedini mungkin, dan memastikan seluruh unsur siap bergerak ketika ancaman datang.

Total Views: 13
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *