
Parimo, Updatesulawesi.id – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, meninjau langsung kegiatan penebangan dan pemangkasan pohon di sejumlah titik wilayah, Rabu (15/4). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Peninjauan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Zulfinasran serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Siti Maryam. Kegiatan ini menjadi respons cepat pemerintah daerah pasca insiden pohon tumbang yang menyebabkan korban jiwa.
Dalam keterangannya, Bupati menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting akan perlunya langkah pencegahan yang lebih serius dan terencana.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan memperkuat upaya mitigasi,” ujar Bupati.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menginstruksikan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi pepohonan, khususnya yang sudah berusia tua dan berpotensi membahayakan. Pohon-pohon dengan kondisi rapuh atau akar yang merusak infrastruktur akan menjadi prioritas penanganan.
“Banyak pohon yang usianya sudah puluhan tahun, kondisinya rapuh dan akarnya mulai merusak. Ini yang harus segera kita tangani,” jelasnya.
Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, pemerintah akan melakukan penebangan secara bertahap, disertai program peremajaan dengan menanam jenis pohon yang lebih aman. Pohon pengganti dipilih berdasarkan karakter akar yang tidak merusak serta tetap mampu memberikan keteduhan bagi lingkungan.
“Kita tidak hanya menebang, tetapi juga mengganti dengan jenis pohon yang lebih ramah dan aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Di lapangan, pemerintah daerah juga menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan tenaga dan peralatan, termasuk alat berat yang sudah tidak memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berencana melakukan penyesuaian anggaran guna mendukung percepatan penanganan.
“Kita akan menggeser anggaran dari kegiatan yang belum prioritas untuk memenuhi kebutuhan alat dan operasional. Wilayah kita luas, sehingga penanganannya harus didukung sarana yang memadai,” tegas Bupati.
Selain upaya pemerintah, partisipasi masyarakat juga dinilai penting. Warga diimbau untuk aktif melaporkan pohon yang berpotensi membahayakan di lingkungan masing-masing. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan layanan pengaduan berupa hotline untuk mempermudah pelaporan.
Ke depan, kegiatan penanganan dan peremajaan pohon diharapkan tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga dukungan berbagai pihak, sehingga upaya menjaga keselamatan sekaligus kelestarian lingkungan di Kabupaten Parigi Moutong dapat berjalan lebih optimal.
















