
Palu, Updatesulawesi.id – Tidak semua kegagalan berakhir dengan penyesalan. Bagi Dwi Bintang Dermawan E. Yasin, kegagalan justru menjadi titik balik yang mengubah arah perjuangannya.
Mahasiswa S1 UIN Datokarama Palu itu pernah merasakan pahitnya tidak lolos dalam seleksi Pemilihan Duta Bahasa 2025. Saat pengumuman finalis diumumkan dan namanya tidak tercantum, rasa kecewa langsung menyelimuti pikirannya.
“Rasanya kosong. Saat itu saya kehilangan semangat untuk mencoba hal-hal baru. Bahkan sempat merasa tidak kompeten dan selalu gagal dalam setiap hal yang saya coba,” ungkapnya.
Kekecewaan tersebut membuat dirinya mulai meragukan kemampuan sendiri. Namun, di tengah rasa kecewa itu, Bintang memilih untuk tidak berlama-lama terjebak dalam kegagalan. Ia memberi ruang untuk dirinya bersedih. Namun setelah melewati masa itu, ia mulai melakukan evaluasi besar terhadap dirinya sendiri.
“Saya mulai bertanya, apa yang kurang? Apakah kemampuan public speaking, cara belajar, atau sikap saat wawancara? Mengakui kekurangan memang menyakitkan, tetapi itu satu-satunya cara untuk bertumbuh,” katanya.
Dari proses evaluasi tersebut, Bintang mulai membuka pintu-pintu baru yang sebelumnya bahkan tidak pernah ia bayangkan untuk dicoba. Ia memberanikan diri mengikuti ajang duta baca, debat nasional, hingga mencoba menjadi pembawa acara.

Perjalanan itu tidak hanya membentuk kemampuan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat runtuh.
“Saya belajar kembali bagaimana ingin dikenal dunia, memperbaiki citra diri sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Usaha yang dilakukan secara perlahan mulai menunjukkan hasil. Kini, Bintang berdiri sebagai bagian dari keluarga besar Finalis Duta Bahasa 2026, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan.
Baginya, batas kemampuan manusia sering kali bukan ditentukan oleh keadaan, melainkan oleh batas yang diciptakan sendiri.
“Dari ragu menjadi mampu, dari usaha menjadi nyata. Apa yang diusahakan dengan hati akan sampai pula ke hati. Karena setiap usaha yang dilakukan dalam sunyi akan menemukan gemanya pada waktu yang tepat,” tutupnya.
Kisah Bintang menjadi pengingat bahwa terkadang kesempatan terbaik tidak datang setelah keberhasilan pertama, melainkan setelah seseorang memilih untuk bangkit dari kegagalan.
















