Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi & Daerah

Kemenpar RI dan BPKP Lirik Potensi Durian Parigi Moutong, Jalur Ekspor Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Berkelas Dunia

×

Kemenpar RI dan BPKP Lirik Potensi Durian Parigi Moutong, Jalur Ekspor Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Sebarkan artikel ini
(Foto: Diskominfo Parigi)

Parimo, Updatesulawesi.id – Potensi durian yang selama ini menjadi komoditas ekspor unggulan Kabupaten Parigi Moutong kini dilirik sebagai penggerak baru sektor pariwisata. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Tengah mendorong agar kawasan sentra durian dan jalur ekspornya dikembangkan menjadi destinasi agrowisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus investor.

Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi BPKP Perwakilan Sulawesi Tengah bersama Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, yang diterima Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, di ruang kerja Wakil Bupati, Jumat (10/7/2026).

Kunjungan itu merupakan bagian dari Agenda Prioritas Pengawasan (APP) BPKP Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan akuntabilitas investasi, tata kelola pembiayaan, serta pengembangan investasi hijau yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah pusat dan daerah juga membahas pengelolaan persampahan sebagai salah satu aspek penting dalam menciptakan destinasi wisata yang bersih dan ramah lingkungan.

Mengusung tema “Mengakselerasi Investasi Hijau Menuju Daerah Tangguh, Bersih, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing”, pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan arah pengembangan investasi nasional yang berorientasi pada keberlanjutan.

Baca berita lainnya :  Tak Mau Tertinggal, Sulteng Perkuat Akses Wisata Lewat Direct Flight Internasional

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebut dipilihnya Parigi Moutong sebagai lokasi visitasi merupakan peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah, ini menjadi berkah bagi Kabupaten Parigi Moutong. Pemerintah daerah menyambut baik kunjungan ini. Kami berharap keberadaan Kementerian Pariwisata dan BPKP dapat memberikan dorongan bagi para pelaku usaha, khususnya pengelola packing house, agar terus berkembang dan mampu meningkatkan daya saing produk unggulan daerah,” ujar Abdul Sahid.

Ia menegaskan bahwa Parigi Moutong memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, terutama di sektor pertanian. Selain durian yang telah menembus pasar ekspor, komoditas kelapa juga dinilai memiliki prospek cerah untuk dikembangkan melalui pendekatan hilirisasi dan investasi.

“Potensi sumber daya alam kita sangat besar. Ada durian, kelapa, dan berbagai komoditas lainnya. Yang dibutuhkan sekarang adalah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar potensi tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi daerah,” katanya.

Abdul Sahid juga berharap pendampingan BPKP terus dilakukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, terutama dalam pengelolaan investasi dan pembangunan daerah.

“Dengan pendampingan BPKP, kami optimistis tata kelola pemerintahan akan semakin baik, transparan, dan akuntabel sehingga iklim investasi di Parigi Moutong semakin sehat dan dipercaya investor,” tambahnya.

Baca berita lainnya :  Menuju 2027, Bappelitbangda Parigi Moutong Fokus Tajamkan Arah Pembangunan

Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata nasional saat ini mengedepankan konsep quality tourism, yakni pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Menurut Rizki, Parigi Moutong memiliki peluang besar untuk mengembangkan agrowisata berbasis durian. Selama ini durian Parigi Moutong dikenal sebagai komoditas ekspor, namun di balik itu tersimpan potensi wisata yang belum digarap secara maksimal.

“Selama ini orang mengenal durian Parigi Moutong hanya sebagai komoditas ekspor. Padahal, jika dikembangkan menjadi atraksi wisata, nilai ekonominya akan jauh lebih besar. Wisatawan tidak hanya datang menikmati durian, tetapi juga membutuhkan hotel, transportasi, restoran, hingga berbagai produk ekonomi kreatif. Ini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah,” jelas Rizki.

Ia menambahkan, keunggulan lain Parigi Moutong terletak pada musim panen durian yang berlangsung bergantian di berbagai wilayah. Kondisi tersebut memungkinkan kunjungan wisatawan berlangsung hampir sepanjang tahun, sehingga membuka peluang lahirnya kalender wisata berbasis panen durian.

Namun demikian, Rizki menilai pengembangan potensi tersebut harus didukung dengan narasi promosi (storytelling) yang kuat. Menurutnya, wisatawan tidak hanya membeli produk, tetapi juga pengalaman dan cerita yang membuat suatu destinasi memiliki identitas berbeda dibanding daerah lain.

Baca berita lainnya :  Bupati Erwin Burase Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Pastikan Layanan Uang Layak Edar Menjangkau Wilayah Kepulauan

“Kita harus mampu menceritakan mengapa durian Parigi Moutong istimewa. Storytelling yang kuat akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun investor,” ujarnya.

Rizki juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi potensi daerah menjadi destinasi wisata unggulan sangat bergantung pada komitmen kepala daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata beserta industri pendukungnya.

“Saya melihat komitmen dan semangat yang besar dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk mengembangkan sektor ini. Jika konsisten didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, saya yakin Parigi Moutong memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi agrowisata unggulan di Indonesia sekaligus menarik lebih banyak investasi,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengintegrasikan sektor pertanian, investasi, dan pariwisata. Dengan kekuatan komoditas unggulan yang telah menembus pasar internasional, Parigi Moutong dinilai memiliki modal besar untuk tumbuh sebagai kawasan investasi hijau sekaligus destinasi agrowisata berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Total Views: 54
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *