
Palu, Updatesulawesi.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Tim John Locke berhasil meraih Juara I Cabang Lomba Debat Konstitusi pada ajang Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (POROS INTIM) IV, setelah tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final.
Pada partai puncak, Tim John Locke keluar sebagai juara dengan skor 280, mengungguli Tim Van Vollenhoven dari UIN Alauddin Makassar yang menempati posisi kedua dengan 268 poin, serta Tim Thomas Hobbes dari IAIN Parepare di posisi ketiga dengan 248 poin.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sejak awal kompetisi, Tim John Locke menunjukkan performa yang impresif melalui argumentasi hukum yang tajam, analisis konstitusi yang mendalam, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis, logis, dan berbasis regulasi.
Kemenangan ini juga tidak lepas dari solidnya kerja sama antaranggota tim. Ketiganya mampu membangun strategi debat yang matang dengan pembagian peran yang efektif, mulai dari penyampaian argumentasi utama, penyusunan sanggahan, hingga mempertahankan posisi berdasarkan prinsip-prinsip konstitusi dan hukum yang berlaku.
Tim John Locke diperkuat oleh tiga mahasiswa dari program studi yang berbeda, yakni Moh. Fadel dari Program Studi Hukum Keluarga, Adinda Syahrani dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, serta Dwi Bintang Saputra E. Yasin dari Program Studi Hukum Tata Negara Islam.
Perpaduan latar belakang keilmuan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun sudut pandang yang komprehensif terhadap setiap mosi yang diperdebatkan. Ketiga mahasiswa itu mampu memadukan perspektif hukum keluarga, hukum ekonomi syariah, dan hukum tata negara dalam menyusun argumentasi yang kuat dan relevan.
Penampilan mereka yang konsisten sepanjang kompetisi mendapat apresiasi dari dewan juri. Selain mampu menguasai substansi materi, Tim John Locke juga dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berpikir kritis, serta mampu merespons argumentasi lawan secara cepat dan tepat.
Prestasi ini semakin menegaskan eksistensi UIN Datokarama Palu sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu melahirkan mahasiswa berprestasi di bidang akademik. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Datokarama Palu mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di kawasan Indonesia Timur.
Ajang POROS INTIM IV sendiri tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas mahasiswa dalam berpikir kritis, mengasah kemampuan komunikasi ilmiah, memperkuat literasi konstitusi, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Raihan Juara I yang diraih Tim John Locke diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan budaya riset dan diskusi ilmiah, serta tidak ragu mengikuti berbagai kompetisi di tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa kerja keras, persiapan yang matang, kecerdasan intelektual, dan kekompakan tim merupakan fondasi utama dalam meraih prestasi. Melalui kemenangan ini, Tim John Locke tidak hanya mengharumkan nama UIN Datokarama Palu, tetapi juga menunjukkan kualitas mahasiswa yang siap bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu hukum dan konstitusi di Indonesia.
















