Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DPRD PARIGI MOUTONG

Reses Muhammad Basuki di Nambaru, Warga Dorong Armada Sampah untuk Wisata hingga Perluasan Posyandu

×

Reses Muhammad Basuki di Nambaru, Warga Dorong Armada Sampah untuk Wisata hingga Perluasan Posyandu

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), apt. Muhammad Basuki, M.H.,Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di Balai Desa Bonebula, Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan. (Foto: Humas Setwan)

Parimo, Updatesulawesi.id – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), apt. Muhammad Basuki, M.H., menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di Balai Desa Bonebula, Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Selasa malam (4/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 warga itu berlangsung penuh antusiasme dan menjadi wadah dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I.

Turut hadir Kepala Desa Nambaru beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok perempuan, kader kesehatan, serta perwakilan kelompok tani.

Dalam sambutannya, Muhammad Basuki menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan pertanggungjawaban kepada konstituen atas berbagai program yang telah diperjuangkan dan direalisasikan.

Memasuki sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang menyentuh sektor infrastruktur, pariwisata, pertanian, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Baca berita lainnya :  Infrastruktur Rusak dan Huntap Jadi Isu Utama Reses di Kecamatan Toribulu

Salah satu aspirasi yang paling menonjol adalah permohonan pengadaan mobil pengangkut sampah. Warga menilai fasilitas tersebut sangat dibutuhkan mengingat Desa Nambaru merupakan salah satu kawasan wisata yang cukup ramai dikunjungi, sehingga pengelolaan kebersihan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik destinasi tersebut.

Di sektor pertanian, kelompok tani mengusulkan penimbunan jalan kantong produksi untuk memperlancar distribusi hasil panen. Mereka juga berharap adanya bantuan bibit kakao, mesin paras, serta dukungan sarana produksi lainnya guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Masyarakat juga meminta peningkatan infrastruktur dasar berupa pemasangan lampu penerangan jalan, pembangunan drainase di depan lingkungan sekolah, program bedah rumah bagi keluarga kurang mampu, serta bantuan 10 batang pipa induk berukuran enam inci guna memperkuat sistem distribusi air bersih di desa.

Baca berita lainnya :  Reses di Sienjo, Arman Lawaha Bawa Kabar Baik Layanan Ambulans Tanpa Biaya

Aspirasi turut datang dari pengurus rumah ibadah yang mengusulkan kelanjutan pembangunan masjid, perbaikan sistem pengeras suara, serta pembangunan toilet untuk gereja demi meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah.

Sementara itu, kelompok perempuan mengharapkan bantuan peralatan memasak untuk mendukung usaha kuliner rumah tangga serta mesin jahit bagi kelompok keterampilan sebagai upaya memperkuat ekonomi keluarga.

Di bidang kesehatan, kader Posyandu mengusulkan perluasan teras gedung Posyandu agar mampu menampung meningkatnya jumlah balita dan ibu hamil yang memanfaatkan layanan kesehatan. Warga juga berharap adanya dukungan anggaran untuk program pemenuhan gizi bagi bayi dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan stunting.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Basuki menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan sesuai kewenangan dan mekanisme pembahasan di DPRD.

“Seluruh aspirasi masyarakat telah kami catat sebagai bahan perjuangan dalam pembahasan APBD. Usulan infrastruktur seperti jalan kantong produksi, drainase, lampu jalan, hingga armada pengangkut sampah akan kami koordinasikan dengan dinas teknis terkait. Begitu pula usulan di bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan rumah ibadah akan kami dorong agar memperoleh perhatian sesuai skala prioritas pembangunan daerah,” ujar Basuki.

Anggota Komisi III DPRD Parigi Moutong itu menilai pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan potensi wisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Baca berita lainnya :  Awali Reses dengan Serahkan Bantuan Aspirasi, H. Wardi Lanjut Serap Keluhan Warga Buranga dan Maesa

Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Nambaru dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah dan menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi dan penyerahan dokumen aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 3
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *