
Parimo, Updatesulawesi.id – Kabupaten Parigi Moutong mendapat alokasi program peremajaan tanaman kakao seluas sekitar 6.500 hektare dari pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Dadan Priyatna, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi perkebunan.
“Untuk tahun ini kita mendapat program hilirisasi perkebunan, termasuk peremajaan kakao,” kata Dadan saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, proses pengadaan bibit dan kontrak dilakukan pemerintah pusat. Pemerintah daerah dalam hal ini akan menerima dan mengawasi kualitas bibit sebelum disalurkan kepada petani.
Alokasi peremajaan kakao tersebut tersebar di sejumlah wilayah Parigi Moutong.Dadan menyebut, tahap awal penyaluran diperkirakan mencapai sekitar 2 juta bibit kakao atau setara dengan kebutuhan untuk sekitar 2.000 hektare lahan.
“Untuk tahap awal, sesuai informasi dari pihak penyedia, kurang lebih 2 juta pohon. Itu sama dengan sekitar 2.000 hektare,” ujarnya.
Dadan mengungkapkan, luas areal kakao di Parigi Moutong mencapai sekitar 66.000 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 18.000 hektare disebut merupakan tanaman rusak atau tidak lagi menghasilkan secara optimal.
Areal tersebut menjadi salah satu sasaran peremajaan. Namun, dari sekitar 18.000 hektare tanaman yang membutuhkan peremajaan, alokasi tahap awal baru mencakup sebagian lahan.
“Yang rusak atau tanaman tidak menghasilkan kurang lebih 18.000 hektare. Untuk tahap awal kita baru mendapat 6.500 hektare,” katanya.
Dadan mengatakan pemerintah daerah berencana melakukan penanaman perdana program peremajaan kakao di wilayah Mepanga.
Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut sekaligus mempertimbangkan pemerataan pelaksanaan program pertanian dan perkebunan di wilayah Parigi Moutong.
“Kalau jadi, penanaman perdananya akan kita lakukan di Mepanga,” ujarnya.
















