Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

161 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran, Apel Operasi Ketupat Digelar

×

161 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran, Apel Operasi Ketupat Digelar

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase dan Kapolres Parimo, AKBP Dr Hendrawan Agustian Nugraha memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2026. (Foto: Nf)

Parimo,Updatesulawesi.id – Bupati Erwin Burase memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2026 sekaligus menyampaikan amanat dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan pada apel tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 menjadi wujud komitmen serta sinergitas lintas sektor dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana sekaligus wujud komitmen sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri,” demikian amanat pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibacakan dalam kegiatan tersebut.

Baca berita lainnya :  Perang Lawan Miras! Polres Parimo Musnahkan Ratusan Liter Cap Tikus dan Puluhan Botol Bir

Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Meski jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, aparat telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos PAM), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu yang akan menjadi pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api hingga bandara.

Baca berita lainnya :  Rayakan Ultah Partai, Zalzulmida Ajak Kader Bergerak Sentuh Kebutuhan Gizi Anak

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

Pemerintah juga telah menerbitkan surat keputusan bersama terkait pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Kebijakan tersebut mencakup pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, serta ganjil-genap di sejumlah ruas jalan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Selain pengaturan lalu lintas, aparat keamanan juga diminta meningkatkan patroli guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan seperti kriminalitas konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok.

Di sisi lain, aparat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan berpotensi mengalami cuaca berawan hingga hujan lebat selama periode mudik.

Baca berita lainnya :  Optimalisasi PAD, DPRD Parigi Moutong Pelajari Pajak Reklame di Makassar

Karena itu, kesiapsiagaan tim tanggap bencana bersama instansi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengamanan Lebaran tahun ini.

Kapolri dalam amanatnya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026, mulai dari TNI, kementerian dan lembaga terkait hingga berbagai mitra kamtibmas yang mendukung kelancaran pengamanan mudik.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, dan setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah,” tegasnya.

Dengan sinergi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga.

Total Views: 49
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *