Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
PendidikanRagam

Menggali Jejak Peradaban di Parigi Moutong, Disdikbud Perkuat Identitas Budaya

×

Menggali Jejak Peradaban di Parigi Moutong, Disdikbud Perkuat Identitas Budaya

Sebarkan artikel ini
(Foto: Istimewa)

Parimo, Updatesulawesi.id – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyimpan jejak penting dalam sejarah peradaban manusia yang kini mulai diangkat sebagai bagian dari penguatan identitas budaya daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi kebudayaan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat bersama para ahli sejarah dan arkeologi, Rabu (22/04).

Pamong Budaya Disdikbud Parigi Moutong, Muhammad Taufan, menegaskan bahwa pemahaman terhadap sejarah lokal merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran budaya masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami telah menggelar diskusi sejarah untuk menjelaskan mengapa penting mempelajari budaya dan sejarah daerah sendiri. Ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang jati diri kita hari ini,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, arkeolog Iksam memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa wilayah Sulawesi, termasuk Parigi Moutong, memiliki peran strategis dalam jalur peradaban manusia purba.

Baca berita lainnya :  Dorong Mutu Pendidikan, Bupati Parigi Moutong Tancap Gas Revitalisasi Sekolah

Ia menjelaskan bahwa temuan lukisan batu prasejarah tidak hanya terdapat di Maros, Sulawesi Selatan, tetapi juga ditemukan di sejumlah wilayah lain di Sulawesi, seperti Sulawesi Tenggara dan Morowali.

“Beberapa temuan ini bahkan dikategorikan sebagai yang tertua di dunia dan telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Selain sebagai lokasi penting dalam perkembangan seni prasejarah, Sulawesi juga dikenal sebagai salah satu jalur migrasi bangsa Austronesia.

Migrasi ini berkontribusi besar terhadap penyebaran bahasa, budaya, dan teknologi ke berbagai wilayah di Asia Tenggara hingga Pasifik.

Menurut Iksam, jejak migrasi tersebut masih dapat dilihat hingga kini melalui kesamaan bahasa dan budaya di berbagai daerah.

Baca berita lainnya :  BPMP Sulteng dan Pemkab Parigi Moutong Perkuat Kolaborasi, Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah

“Misalnya penggunaan kata ‘ina’ yang berarti ibu, ditemukan juga di beberapa wilayah seperti Filipina dan Thailand. Ini menunjukkan adanya akar budaya yang sama,” ungkapnya.

Kesamaan tersebut juga tercermin pada alat musik tradisional. Instrumen seperti kakula di Sulawesi memiliki kemiripan dengan alat musik di negara lain, yang memperkuat indikasi adanya hubungan budaya lintas wilayah sejak masa lampau.

Lebih lanjut, hasil penelusuran sejarah juga menemukan keterkaitan budaya antara wilayah Parigi Moutong dengan Mindanao di Filipina.

Beberapa kesamaan terlihat pada penamaan wilayah serta bentuk dan fungsi alat musik tradisional.

“Di Mindanao terdapat kampung dengan nama yang mirip, dan alat musiknya juga hampir sama. Ini menjadi bukti adanya koneksi budaya yang kuat di masa lalu,” tambahnya.

Baca berita lainnya :  Disdikbud Parigi Moutong Pastikan Kesiapan Penampilan GSMS di Festival Teluk Tomini 2025

Selain itu, keberadaan situs-situs megalitik di Sulawesi Tengah, seperti patung Palindo di Lembah Bada, serta berbagai artefak batu lainnya, semakin memperkuat posisi kawasan ini sebagai bagian penting dari peradaban kuno di Indonesia.

Melalui berbagai temuan tersebut, Disdikbud Parigi Moutong berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan literasi sejarah di tengah masyarakat.

Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap kekayaan budaya lokal.

“Penting bagi generasi muda untuk mengetahui bahwa daerah mereka memiliki nilai sejarah yang besar dan menjadi bagian dari perjalanan peradaban dunia,” tutup Taufan.

Total Views: 69
Example 728x90
Penulis: NurfitaEditor: Bintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *