
Parimo, Updatesulawesi.id – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PDI Perjuangan, Fathia, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan tahun 2026 di dua lokasi di daerah pemilihan (Dapil) 2, Selasa (21/04). Kegiatan ini difokuskan pada penyerapan aspirasi masyarakat serta peninjauan langsung kondisi wilayah.
Kegiatan pertama dilaksanakan di Dusun Taedo, Desa Tomoli Selatan, Kecamatan Toribulu. Akses menuju lokasi yang terbatas menjadi salah satu perhatian, di mana kondisi jalan yang belum memadai menyulitkan mobilitas warga, terutama kendaraan roda empat.
Dalam dialog bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga, persoalan keselamatan lingkungan menjadi salah satu isu utama yang disampaikan. Warga mengeluhkan kondisi sungai yang mengalami pelebaran dan berpotensi mengancam permukiman. Usulan pembangunan beronjong disampaikan sebagai langkah penanganan abrasi, selain kebutuhan perbaikan jalan serta dukungan sektor pertanian seperti bantuan bibit kakao.
Selanjutnya, kegiatan reses dilanjutkan di Desa Maninili Barat. Dalam pertemuan yang dihadiri pemerintah desa, tokoh perempuan, dan masyarakat, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan, antara lain pengembangan listrik tenaga surya (PLTS), pengadaan peralatan usaha kuliner, fasilitas tenda, serta dukungan bibit pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Fathia juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada sejumlah warga lanjut usia serta bantuan perlengkapan dasar bagi warga kurang mampu. Selain itu, ia melakukan kunjungan langsung ke salah satu warga lansia untuk melihat kondisi yang bersangkutan secara langsung.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Fathia menyatakan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dihimpun dan dibawa ke pembahasan di DPRD sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Ia menegaskan bahwa realisasi program tetap bergantung pada prioritas pembangunan daerah dan kemampuan anggaran.
“Kami mencatat seluruh aspirasi masyarakat untuk dibahas bersama pemerintah daerah. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan skala prioritas serta ketentuan yang ada,” ujarnya.
Sejumlah warga berharap agar usulan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti secara bertahap, terutama terkait penanganan infrastruktur dasar dan kebutuhan sosial masyarakat di wilayah terpencil.
Kegiatan reses ini merupakan bagian dari fungsi DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat serta memastikan perencanaan pembangunan daerah dapat lebih responsif terhadap kondisi di lapangan.














