Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Disdikbud Parigi Moutong Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Peningkatan Literasi Digital Guru dan Kepsek

×

Disdikbud Parigi Moutong Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Peningkatan Literasi Digital Guru dan Kepsek

Sebarkan artikel ini
kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi Kepala Sekolah dan Guru SD Tahun 2026, Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang GTK, Farit Ali Buraera. (Foto: Fita)

Parimo, updatesulawesi.id – Upaya peningkatan mutu pendidikan terus digencarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong. Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi Kepala Sekolah dan Guru SD Tahun 2026 yang resmi dibuka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (27/04).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang GTK, Farit Ali Buraera yang dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inovasi daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di tengah tantangan geografis wilayah Parigi Moutong yang memiliki garis pantai mencapai 472 kilometer.

“Dengan wilayah yang luas dan sumber daya yang terbatas, intervensi pendidikan belum maksimal. Padahal sektor pendidikan merupakan prioritas nasional. Karena itu, kita perlu langkah konkret dan inovatif,” ujarnya.

Baca berita lainnya :  Belajar Mitigasi Bencana, Siswa SD IT Kunjungi BPBD Parigi Moutong

Ia mengungkapkan bahwa selama ini mutu pendidikan di Parigi Moutong sebenarnya cukup baik, namun belum terlihat secara optimal.

Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menampilkan kualitas tersebut secara nyata, salah satunya melalui pemanfaatan data rapor pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai memetakan sekolah berdasarkan capaian literasi dan numerasi.

Sekolah yang telah menunjukkan hasil baik diharapkan dapat menjadi contoh dan berbagi praktik baik kepada sekolah lain di sekitarnya.

“Ini bukan soal sekolah bagus atau tidak bagus. Kita ingin melihat data secara objektif. Jika ada sekolah dengan capaian rendah, kita cari tahu penyebabnya, apakah karena pelaporan atau faktor lainnya,” jelasnya.

Baca berita lainnya :  Strategi Disdikbud Berhasil! TKA SD di Parigi Moutong Berjalan Lancar Tanpa Kendala

Farit juga menekankan bahwa peran guru dan kepala sekolah sangat krusial sebagai aktor utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi fokus utama intervensi melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghapus stigma “sekolah favorit” dan “tidak favorit” yang selama ini berkembang di masyarakat.

Pemerintah daerah, kata Farit, menginginkan seluruh sekolah memiliki standar kualitas yang setara.

“Pimpinan daerah tidak menginginkan adanya label sekolah favorit. Semua sekolah harus menjadi favorit dengan standar kualitas yang sama,” tegasnya.

Baca berita lainnya :  Menggali Jejak Peradaban di Parigi Moutong, Disdikbud Perkuat Identitas Budaya

Kegiatan ini dirancang berkelanjutan dengan sistem evaluasi berkala. Sekolah yang tergabung dalam program “sister school” akan dipantau perkembangannya dan diharapkan mampu menjadi pilot project untuk tahun berikutnya.

“Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk kinerja kepala sekolah dan guru. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kami di bidang GTK,” tambahnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal melalui diskusi aktif dan kolaborasi, sehingga target peningkatan literasi digital di tingkat sekolah dasar dapat tercapai.

Total Views: 72
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *