
Parimo,Updatesulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong memastikan seluruh siswa, termasuk yang berada di wilayah terpencil, tetap dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas.
Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, menegaskan bahwa kendala jaringan internet dan listrik bukan lagi menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan TKA. Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai solusi agar seluruh peserta tetap terakomodasi.
“Sekolah di daerah terpencil difasilitasi untuk menumpang di sekolah lain yang memiliki akses internet dan listrik, sehingga siswa tetap bisa mengikuti ujian,” ujarnya, Senin (27/04).
Ia menjelaskan, upaya tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, termasuk penyediaan akses internet berbasis satelit seperti Starlink serta bantuan listrik tenaga surya untuk wilayah tertentu yang belum terjangkau jaringan.
Selain itu, aspek transportasi siswa dari daerah terpencil juga menjadi perhatian. Disdikbud memberikan ruang bagi sekolah untuk memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna mendukung mobilitas siswa menuju lokasi ujian.
“Anak-anak tetap bisa ikut TKA meskipun harus ke sekolah lain yang memiliki fasilitas. Semua kendala sudah kami upayakan solusinya agar tidak ada siswa yang tertinggal,” jelas Ibrahim.
Langkah ini dinilai penting untuk menjamin pemerataan akses pendidikan, sehingga seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti evaluasi akademik, tanpa terkecuali karena faktor geografis.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Ibrahim mengakui masih terdapat empat sekolah dari total 425 SD di Parigi Moutong yang belum dapat mengikuti TKA. Hal tersebut disebabkan oleh kendala administratif serta kesiapan satuan pendidikan yang belum terpenuhi.
Namun demikian, secara umum pelaksanaan TKA di Kabupaten Parigi Moutong berjalan lancar dan menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan merata.
Melalui berbagai solusi yang disiapkan, Disdikbud berharap tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.
















