
Parimo, Updatesulawesi.id – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/06) sekitar pukul 11.27 WITA, menyebabkan sedikitnya 11 rumah warga mengalami kerusakan di sejumlah desa terdampak.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, gempa terjadi pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di beberapa wilayah, khususnya di Kecamatan Parigi Selatan dan Kecamatan Torue. Akibatnya, sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan sehingga memaksa penghuni keluar dan bertahan di area terbuka demi menghindari risiko gempa susulan.
Data sementara BPBD mencatat kerusakan rumah terjadi di Dusun 4 Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan sebanyak satu unit rumah. Sementara di Dusun 5 Desa Tolai, Kecamatan Torue, satu unit rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Torue yang tersebar di Dusun 1, Dusun 2, Dusun 3, dan Dusun 5 dengan total sembilan unit rumah terdampak. Secara keseluruhan, terdapat 11 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa tersebut.
Meski menyebabkan kerusakan bangunan, hingga laporan ini dirilis belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum dan lahan pertanian.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa dan masyarakat setempat telah melakukan koordinasi serta asesmen cepat di lokasi terdampak untuk mendata kerusakan dan kebutuhan warga.
BPBD Parigi Moutong mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik penanggulangan bencana serta bantuan terpal dan material darurat untuk menutupi bagian bangunan yang rusak.
“Saat ini warga masih memilih bertahan di luar rumah karena gempa susulan masih terus dirasakan hingga laporan ini disampaikan,” demikian keterangan Pusdalops BPBD Parigi Moutong.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
















