Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Hadiah Kipas Angin Dipersoalkan, Panitia Parimo Buka-bukaan soal Dana dan LPJ

×

Hadiah Kipas Angin Dipersoalkan, Panitia Parimo Buka-bukaan soal Dana dan LPJ

Sebarkan artikel ini
(Foto: Edit by AI Generated)

Parimo, Updatesulawesi.id — Sebuah kipas angin menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan hadiah juara III lomba gerak jalan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Parigi Moutong beredar luas di media sosial.

Video tersebut memicu beragam respons publik. Sebagian mempertanyakan kelayakan hadiah yang diterima pemenang. Namun, di balik perdebatan tentang sebuah kipas angin, terdapat cerita lain yang tidak kalah penting: latihan panjang para peserta, kerja panitia, dukungan orang tua dan guru, hingga semangat masyarakat merayakan kemerdekaan.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh, teman media melakukan konfirmasi kepada Divisi Lomba yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong (19/08).

Panitia menjelaskan, sejak awal lomba gerak jalan tidak menetapkan nominal tertentu untuk hadiah juara. Dalam petunjuk teknis (juknis), panitia hanya mencantumkan kategori lomba dan kategori juara, tanpa menentukan besaran hadiah dalam rupiah.

“Yang perlu dipahami, kegiatan ini digelar semata-mata dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan. Dalam juknis yang diedarkan sudah jelas, yang dicantumkan kategori lomba dan kategori juara, bukan nominal besaran hadiah,” jelas pihak penyelenggara.

Dana Pendaftaran untuk Mendukung PelaksanaanPanitia juga memberikan penjelasan mengenai dana pendaftaran peserta sebesar Rp50 ribu.

Menurut panitia, dana tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan pelaksanaan kegiatan, antara lain konsumsi, honor juri, serta kebutuhan piala dan hadiah.

Penggunaan dana tersebut, kata panitia, dicatat dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) secara berjenjang kepada Ketua Panitia HUT Kabupaten. Setiap pengeluaran juga disebut dilengkapi nota pembelian.

Baca berita lainnya :  Serius Garap Ekonomi Biru, Parigi Moutong Matangkan Program Blue Coast

“Semua jelas laporan pertanggungjawaban dari uang Rp50 ribu itu. Panitia membuat LPJ dan akan dilaporkan kepada Ketua Panitia HUT,” ujarnya.

Termasuk kipas angin yang menjadi sorotan publik. Panitia menyebut berdasarkan nota pembelian yang masuk dalam dokumen pertanggungjawaban, kipas angin tersebut tercatat senilai Rp80 ribu.

Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan persepsi yang berkembang di media sosial, sekaligus menunjukkan bahwa nilai barang yang diberikan sebagai hadiah memiliki dasar pembelian yang tercatat dalam administrasi kegiatan.

Ada Dukungan Sponsor Bank SultengSelain dana pendaftaran, pelaksanaan lomba juga mendapat dukungan dari Bank Sulteng sebagai sponsor.

Panitia menjelaskan, dukungan tersebut diberikan dalam bentuk dana tunai untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Penggunaannya juga disebut telah dibuatkan laporan pertanggungjawaban kepada pihak Bank Sulteng dan dilengkapi nota pembelian sesuai kebutuhan kegiatan.

Dengan demikian, panitia menegaskan bahwa baik dana pendaftaran maupun dukungan sponsor memiliki pencatatan dan pertanggungjawaban.

Cerita tentang para pemenang ternyata belum berhenti pada hadiah yang telah dibagikan. Panitia Besar HUT Kabupaten juga menyiapkan piagam atau sertifikat penghargaan bagi seluruh pemenang lomba.

Piagam tersebut belum dibagikan bersamaan dengan hadiah karena lomba gerak jalan baru selesai pada 17 Agustus. Pada malam harinya, rangkaian kegiatan langsung dilanjutkan dengan malam ramah tamah sehingga piagam belum sempat dicetak. Pihak penyelenggara memastikan piagam akan diserahkan menyusul.

“Insyaallah satu atau dua hari ini akan disampaikan kepada para pemenang. Semua yang juara akan dibuatkan piagam penghargaan,” kata pihak penyelenggara.

Baca berita lainnya :  161 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran, Apel Operasi Ketupat Digelar

Penghargaan itu juga diberikan kepada pemenang dari kalangan pelajar. Bagi seorang siswa, selembar piagam mungkin terlihat sederhana. Namun, penghargaan tersebut dapat menjadi catatan atas sebuah pencapaian yang diraih bersama teman-teman setelah menjalani latihan dan menjaga kekompakan.

Sementara bagi peserta dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD), piagam penghargaan dapat menjadi bagian dari rekam jejak prestasi sesuai ketentuan administrasi yang berlaku.

Sebuah perlombaan mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam. Namun, persiapannya bisa berlangsung jauh lebih lama.

Ada peserta yang berlatih berhari-hari. Ada guru yang membimbing. Ada orang tua yang memberikan dukungan. Ada panitia yang menyiapkan teknis kegiatan. Ada juri yang melakukan penilaian. Dan ada masyarakat yang ikut menyaksikan serta memeriahkan suasana.

Karena itu, panitia berharap lomba gerak jalan tidak hanya dilihat dari hadiah yang diterima para juara.

“Jangan hanya melihat juara atau hadiahnya. Hadiah dan juara itu hanya bentuk apresiasi untuk menghargai mereka yang sudah mengikuti kegiatan,” kata pihak penyelenggara.

Panitia juga menilai kegiatan tersebut memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Keramaian perayaan kemerdekaan ikut membuka ruang bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil untuk mendapatkan pembeli.

“Marilah kita melihat asas manfaat dari kegiatan lomba ini. Selain memeriahkan hari kemerdekaan, kegiatan ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Banyak UMKM yang merasakan manfaat dari kegiatan tersebut,” ujarnya.

Baca berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Antar Kepergian Korban Pohon Tumbang, Suasana Duka Selimuti RSUD Undata

Kritik Tetap Penting, Tetapi Konteks Jangan HilangSorotan dan kritik masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan merupakan hal yang wajar. Bahkan, perhatian publik dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan semakin baik dan transparan.

Namun, panitia berharap perdebatan mengenai nilai sebuah hadiah tidak menghilangkan konteks utama dari kegiatan tersebut.Sebab, di balik sebuah kipas angin, ada peserta yang berlatih.

Ada guru yang mendampingi.Ada orang tua yang memberi semangat.Ada juri yang menjalankan tugas.Ada panitia yang bekerja.

Ada sponsor yang memberikan dukungan.Dan ada masyarakat yang bersama-sama merayakan kemerdekaan. HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan semata tentang siapa yang membawa pulang hadiah terbesar.

Ketika anak-anak berdiri tegak dalam barisan, melangkahkan kaki secara serempak, menjaga disiplin dan kekompakan, ada nilai yang sedang dibangun: kebersamaan, tanggung jawab dan semangat mengisi kemerdekaan.

Hadiah adalah bentuk apresiasi. Juara adalah kebanggaan. Tetapi proses untuk mencapai keduanya juga memiliki nilai yang tidak kalah penting.

Pada akhirnya, sebuah kipas angin mungkin hanya menjadi benda yang dibawa pulang oleh seorang juara.

Namun di balik benda itu ada latihan, keringat, disiplin, kebersamaan dan cerita tentang bagaimana masyarakat Parigi Moutong merayakan kemerdekaan.

Dan mungkin, itulah bagian terpenting dari sebuah perlombaan: bukan hanya apa yang dibawa pulang, tetapi nilai apa yang dibawa pulang.

Total Views: 185
Example 728x90
Penulis: TimEditor: Dwi Bintang Dermawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *