
Parimo, Updatesulawesi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Parigi memperketat pengawasan terhadap barang dan orang yang masuk ke lingkungan lapas menyusul adanya upaya percobaan membawa narkotika ke dalam lapas.
Langkah tersebut disampaikan Kepala Lapas Parigi, Andar Saenur W, saat ditemui sejumlah awak media di sela peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Parigi, Desa Olaya, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (17/8/2026).
Andar mengatakan, pencegahan peredaran gelap narkotika di dalam lapas akan dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan aparat kepolisian serta peningkatan intensitas penggeledahan terhadap pembesuk maupun barang bawaan.
“Untuk meminimalisir terjadinya peredaran gelap narkoba di dalam lapas, kami secara intensif berkoordinasi dengan kepolisian, dalam hal ini Polres Parigi Moutong,” ujar Andar.
Selain memperkuat koordinasi eksternal, pihaknya juga melakukan evaluasi internal terhadap mekanisme pemeriksaan yang selama ini diterapkan.
Menurut Andar, petugas akan melakukan penggeledahan secara lebih teliti dan menyeluruh, terutama pada bagian-bagian yang berpotensi dimanfaatkan untuk menyembunyikan barang terlarang.
“Kami juga mengevaluasi diri dalam hal penggeledahan badan dan penggeledahan barang. Kami akan lebih intensif dan lebih teliti sampai ke bagian-bagian detail yang sering dimanfaatkan oleh penyelundup,” katanya.
Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap pembesuk perempuan akan dilakukan oleh petugas perempuan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur sekaligus tetap memperhatikan aspek kepatutan.
“Untuk pembesuk perempuan, kami wajibkan petugas perempuan yang melakukan penggeledahan. Petugas juga kami berikan briefing agar pemeriksaan dilakukan secara teliti sesuai prosedur,” jelasnya.
Terkait upaya sebelumnya yang diduga hendak memasukkan narkotika ke dalam Lapas Parigi, Andar mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti dari mana permintaan maupun tujuan barang tersebut.
Menurutnya, kasus tersebut masih berada pada tahap percobaan sehingga motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain belum dapat dipastikan.
“Ya, itu namanya percobaan. Terkait permintaan itu dari mana, kami juga belum tahu karena pemeriksaannya belum sampai ke situ. Memang posisinya ada percobaan untuk bisa memasukkan, tetapi kami berupaya meminimalisir,” ujarnya.
Andar menegaskan, pihak Lapas Parigi belum pernah menemukan narkotika yang berhasil lolos masuk ke dalam lingkungan lapas melalui kejadian tersebut.
Karena itu, ia berharap sistem pengawasan yang diperkuat dapat mencegah upaya serupa kembali terjadi.
“Kami memang belum pernah mendalami motifnya karena, Alhamdulillah, belum pernah lolos. Semoga ke depannya juga tidak akan pernah ada percobaan memasukkan narkoba,” tandasnya.
Penguatan pengawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Parigi dalam mencegah masuknya narkotika dan barang-barang berbahaya lainnya, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
















