Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikan

Hadianto Rasyid: PGRI Tak Bisa Berdiri Sendiri, Sinergi Pemerintah dan Keluarga Dibutuhkan

×

Hadianto Rasyid: PGRI Tak Bisa Berdiri Sendiri, Sinergi Pemerintah dan Keluarga Dibutuhkan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat menghadiri Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Parigi Moutong di Hotel Ludya. (Foto: Fita)

Parimo, Updatesulawesi.id – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menilai organisasi profesi guru memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Namun, menurutnya, PGRI tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan sinergi dengan pemerintah maupun masyarakat.

Hal itu disampaikan Hadianto saat menghadiri Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Parigi Moutong di Hotel Ludya, Jumat (5/9/2026).

Menurut Hadianto, konferensi kerja bukan sekadar forum pertemuan organisasi, tetapi momentum untuk membahas berbagai persoalan secara lebih rinci dan komprehensif, termasuk merumuskan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.

“Diharapkan hasil konferensi ini bisa memberikan rekomendasi yang terukur dan jelas kepada pemerintah,” kata Hadianto.

Baca berita lainnya :  Dua Sprinter Cilik Ampibabo Kuasai O2SN 2026, PASI Parigi Moutong Bidik Gelar Juara Sulawesi Tengah

Ia mengatakan, rekomendasi tersebut penting agar pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan dengan kapasitas dan kemampuan anggaran yang dimiliki.

“PGRI tidak bisa berdiri sendiri. Pemerintah juga tidak mungkin meng-cover semuanya. Karena itu, dari hasil konferensi diharapkan ada rekomendasi yang terukur, sehingga pemerintah dengan kapasitas dan kemampuannya bisa memberikan dukungan,” ujarnya.

Selain persoalan pendidikan, Hadianto juga menyoroti pentingnya keterlibatan bersama dalam menghadapi persoalan sosial yang menyentuh dunia pendidikan, salah satunya penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan generasi muda.

Menurut dia, upaya pencegahan narkoba tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada guru maupun sekolah. Keluarga justru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan perilaku anak sejak dari lingkungan rumah.

Baca berita lainnya :  BPMP Sulteng dan Pemkab Parigi Moutong Perkuat Kolaborasi, Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah

“Kalau kita bicara narkoba, tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab satu pihak. Ini menjadi tanggung jawab semua, khususnya keluarga dan rumah,” tegasnya.

Hadianto menilai, guru memang memiliki peran penting dalam proses pendidikan, tetapi pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung di sekolah.

Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dilihat sebagai upaya mencari pihak yang paling bertanggung jawab. Sebaliknya, diperlukan kesadaran bersama agar beban dalam menghadapi persoalan anak dan generasi muda tidak hanya ditanggung oleh satu pihak.

Baca berita lainnya :  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

“Bukan berarti kita kemudian mencari siapa yang benar atau siapa yang salah, atau siapa yang berkompeten dan tidak berkompeten. Kondisi ini harus dipahami bersama, sehingga tidak menjadi beban satu pihak, tetapi menjadi perhatian semua,” katanya.

Ia berharap forum Konkerkab I PGRI Kabupaten Parigi Moutong mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi konkret yang dapat memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi guru, pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun kualitas pendidikan sekaligus melindungi generasi muda.

Total Views: 245
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *