
Parimo, Updatesulawesi.id – Kabar baik datang untuk dunia pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong. Sebanyak 97 sekolah mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP mendapatkan bantuan program revitalisasi sekolah melalui program prioritas pemerintah pusat.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, S.E., M.A.P., saat menyampaikan sambutan Plt. Kepala Disdikbud Sunarti pada Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Parigi Moutong masa bakti 2025–2030 di Hotel Ludya, Sabtu (5/9/2026).
Ibrahim mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran pemerintah daerah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) di Jakarta.
Menurutnya, audiensi tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Bupati Parigi Moutong dalam memperjuangkan dukungan pemerintah pusat bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
“Alhamdulillah, sesuai dengan arahan Bapak Bupati, kemarin kita melakukan audiensi dengan Dirjen PAUD Dasmen. Alhamdulillah kita mendapatkan 97 sekolah, mulai dari TK, SD dan SMP yang mendapatkan bantuan revitalisasi,” ujar Ibrahim.
Saat ini, kata Ibrahim, pemerintah pusat dan daerah tengah mengikuti rapat koordinasi di Jakarta yang berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut, termasuk proses penandatanganan program bantuan revitalisasi sekolah.
Ia menjelaskan, bantuan revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar bagi peserta didik. Kondisi sarana dan prasarana sekolah dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang aman, nyaman dan layak.
Bagi para guru, dukungan terhadap infrastruktur sekolah juga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih baik untuk menjalankan tugas pendidikan. Sebab, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga ditopang oleh lingkungan belajar yang memadai.
Ibrahim menyampaikan kabar tersebut di hadapan peserta Konkerkab PGRI sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat sinergi dengan para guru dan organisasi profesi.
Program revitalisasi itu juga diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki kondisi sekolah secara bertahap, terutama sekolah yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana agar peserta didik dapat belajar dengan lebih baik.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar program tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah penerima.
“Ini merupakan bagian dari program prioritas Bapak Presiden,” katanya.
Kabar mengenai 97 sekolah penerima bantuan tersebut menjadi salah satu pesan penting yang dibawa dalam Konkerkab I PGRI Parigi Moutong. Di tengah pembahasan program organisasi dan peningkatan profesionalisme guru, dukungan terhadap fasilitas pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun pendidikan yang lebih berkualitas.
Dengan bertambahnya dukungan terhadap sarana pendidikan, pemerintah daerah berharap para guru dapat semakin optimal menjalankan tugasnya, sementara peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang lebih layak untuk tumbuh, berkembang dan meraih masa depan.
















