Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pertanian

Parimo Dapat Tambahan Program PMAS 2.000 Hektare untuk Perkuat Swasembada Pangan

×

Parimo Dapat Tambahan Program PMAS 2.000 Hektare untuk Perkuat Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priyatna.(Foto: Fita)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat sektor pertanian untuk mendukung program swasembada pangan. Salah satunya melalui tambahan program peningkatan produksi pertanian seluas 2.000 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priyatna, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah mendukung visi dan misi Bupati Parigi Moutong yang sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan agenda nasional.

Baca berita lainnya :  Menembus Pasar Tiongkok, Durian Montong Parigi Moutong Bidik Ekspor Berkelanjutan

“Visi dan misi Bupati sejalan dengan visi dan misi Gubernur, terutama dengan Asta Cita Presiden soal swasembada pangan,” kata Dadan saat ditemui awak media di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Jumat (11/9/2026).

Menurut Dadan, kondisi produksi pangan di Parigi Moutong saat ini disebut telah mengalami surplus. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai program peningkatan produksi.

Baca berita lainnya :  Panen Raya Jagung Lobu Mandiri, Wabup Tekankan Peran BUMDes Lindungi Petani

Salah satunya melalui program PMAS yang mendapat tambahan areal sekitar 2.000 hektare.Dadan menyebut program tersebut ditargetkan mampu menghasilkan produksi hingga 10 ton per hektare.

Dukungan benih yang diberikan dalam program tersebut juga lebih besar dibandingkan bantuan reguler. Jika bantuan reguler berada di kisaran 25 kilogram benih per hektare, program PMAS disebut mendapat dukungan sekitar 70–80 kilogram benih per hektare.

Baca berita lainnya :  Kakao Kotamobagu Siap Tembus Pasar Jepang

“Diharapkan satu hektare bisa menghasilkan 10 ton. Dukungan seperti ini yang harus kita kembangkan,” ujarnya.

Dadan mengatakan tambahan program tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah memperluas produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selain program peningkatan produksi pangan, pemerintah daerah juga mendapat sejumlah program pengembangan komoditas perkebunan, termasuk peremajaan kakao dan kelapa.

Total Views: 59
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *