
Parimo, Updatesulawesi.id – BRI Branch Office (BO) Parigi menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, Kamis (1/10/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai persatuan, integritas, dan pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Pemimpin Cabang BRI BO Parigi, I Dewa Ketut Yudyadana Ajilaksana. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”Dalam amanatnya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur membutuhkan persatuan seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, keberagaman Indonesia yang terdiri atas ratusan suku, beragam agama, serta ribuan pulau merupakan kekuatan yang dipersatukan oleh Pancasila.
“Pancasila bukan sekadar dasar negara yang kita hafalkan. Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Nilai-nilai Pancasila, lanjutnya, juga sejalan dengan peran BRI sebagai bank yang memiliki perhatian terhadap masyarakat. Hal itu diwujudkan antara lain melalui perluasan inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, penyediaan hunian bagi masyarakat, serta penguatan ekonomi di tingkat desa.
Dalam amanat tersebut disebutkan sejumlah capaian BRI yang dinilai menjadi bagian dari upaya menerapkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas perusahaan.
Dana masyarakat yang dikelola BRI disebut telah mencapai lebih dari Rp1.580 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu bentuk kepercayaan masyarakat yang, menurut Hery, harus dijaga melalui integritas dan tanggung jawab.
Dari sisi layanan digital, aplikasi BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna. Sementara melalui program KPR Subsidi, lebih dari 134 ribu keluarga telah dibantu untuk memperoleh hunian yang layak.
BRI juga memiliki lebih dari 1,13 juta BRILink Agen yang melayani masyarakat di lebih dari 60 ribu desa di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam pemberdayaan masyarakat, BRI menjalankan sejumlah program melalui lebih dari 43 ribu klaster usaha, 5.700 Desa BRILiaN, Rumah BUMN, serta pendampingan bagi pekerja migran Indonesia.
Sementara dari sisi pembiayaan, kredit UMKM yang disalurkan BRI mencapai Rp1.235,4 triliun, atau sekitar 75,1 persen dari total kredit. Pada semester pertama 2026, lebih dari 2 juta pelaku usaha disebut telah menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hery menegaskan, berbagai angka tersebut tidak semata-mata menunjukkan capaian perusahaan, tetapi juga menggambarkan manfaat yang diterima masyarakat melalui layanan dan pembiayaan BRI.
“Di balik setiap angka ada pedagang yang usahanya bertahan, petani yang bisa kembali menanam, dan keluarga yang hidupnya menjadi lebih baik,” demikian bagian amanat yang dibacakan dalam upacara tersebut.
Dalam amanat itu, Hery juga mengingatkan adanya tantangan terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan tersebut antara lain penyebaran kabar bohong yang berpotensi memecah belah, judi online, pinjaman ilegal, hingga perilaku tidak jujur.
Karena itu, insan BRI diajak menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata, seperti bekerja dengan jujur, saling menghormati di lingkungan kerja, serta memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh nasabah.
Amanat tersebut juga menyinggung sejarah BRI yang didirikan di Purwokerto pada 1895 dan sejak awal memiliki perhatian terhadap akses keuangan masyarakat kecil.
Semangat tersebut dinilai tetap relevan hingga saat ini melalui upaya memperluas akses layanan keuangan, mendorong UMKM naik kelas, dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan BRI BO Parigi pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen insan BRI dalam menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari pelaksanaan tugas.
Pancasila tidak hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga diharapkan tercermin dalam integritas, sikap saling menghormati, serta pelayanan kepada masyarakat dalam aktivitas kerja sehari-hari.
















