
Parimo,Updatesulawesi.id – TK Negeri 1 Parigi sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara I dalam lomba pawai karnaval memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong.
Keberhasilan tersebut ditopang konsep penampilan yang kuat dan sarat makna. Kepala TK Negeri 1 Parigi, A. Olivia Rishanty, mengungkapkan bahwa timnya secara khusus mengangkat identitas budaya lokal sebagai benang merah penampilan. Rombongan tampil mencolok dengan balutan Bomba Saga—motif batik khas Parimo—yang dikemas atraktif dan edukatif.
“Tema ini kami padukan dengan semangat Hardiknas 2026, yakni Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Olivia di Parigi, Sabtu (2/5/2026).
Tak hanya menampilkan kostum, kendaraan hias yang dihadirkan juga memuat simbol dukungan terhadap pendidikan anak usia dini, dengan figur representatif Bupati dan Bunda PAUD. Sementara itu, para peserta didik memerankan keberagaman etnis di Parigi Moutong—mulai dari Kaili, Bugis, Jawa hingga Minang—sebagai gambaran harmoni sosial dalam dunia pendidikan.
Menurut Olivia, konsep tersebut dirancang untuk menegaskan bahwa pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan budaya dan partisipasi masyarakat.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, sejak usia dini hingga seterusnya,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara guru dan orang tua yang terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Berdasarkan rilis Dinas Komunikasi dan Informatika, pawai karnaval budaya tahun ini diikuti 59 kontingen dari jenjang TK dan Kelompok Bermain (KB) yang berasal dari lima kecamatan, yakni Parigi, Parigi Tengah, Parigi Barat, Parigi Selatan, dan Parigi Utara.
Salah satu panitia, Ince Susanti, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara kompetitif dengan fokus utama pada kesesuaian tema pendidikan. Adapun aspek yang dinilai meliputi tema (30 poin), kostum dan atribut (25 poin), kreativitas (20 poin), kekompakan (15 poin), serta ketertiban (10 poin).
Kegiatan pawai berlangsung tertib dan meriah, dengan antusiasme warga yang memadati sepanjang rute hingga finis di halaman Kantor Dinas Pendidikan.
















