Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DPRD PARIGI MOUTONG

Reses H. Mastulah di Gunung Sari, Warga Desak Perbaikan Jalan Poros hingga Normalisasi Sungai

×

Reses H. Mastulah di Gunung Sari, Warga Desak Perbaikan Jalan Poros hingga Normalisasi Sungai

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Mastulah, menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu.(Foto: Humas Setwan)

Parimo, Updatesulawesi.id – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Mastulah, menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Rabu malam (5/8/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, dengan persoalan infrastruktur dan penanggulangan banjir menjadi perhatian utama.

Reses yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu dihadiri Camat Bolano Lambunu, Kepala Desa Gunung Sari beserta perangkat desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga kelompok pengajian yasinan ibu-ibu.

Dalam sambutannya, H. Mastulah menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi dapat diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.

Selain membuka sesi dialog secara langsung, tim Sekretariat DPRD juga membagikan formulir aspirasi kepada seluruh peserta. Langkah ini dilakukan agar setiap usulan masyarakat dapat terdokumentasi secara lengkap dan menjadi bagian dari bahan penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Baca berita lainnya :  Reses DPRD di Tomini Utara Bahas Kebutuhan Sarana Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Sebagai Ketua Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, H. Mastulah menerima sejumlah usulan prioritas yang didominasi persoalan konektivitas wilayah dan mitigasi bencana.

Warga mengusulkan peningkatan Jalan Poros Wanamukti–Palapi yang selama ini menjadi jalur penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, masyarakat Dusun II Desa Gunung Sari juga meminta perbaikan jalan lingkungan serta pembangunan sistem drainase untuk mengatasi genangan air.

Keluhan lain yang mengemuka adalah kondisi sungai di Dusun II yang kerap meluap saat musim hujan. Warga mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi sungai karena banjir tahunan telah merendam lebih dari 50 rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain infrastruktur dasar, masyarakat juga mengusulkan penyelesaian pembangunan Masjid Gunung Sari, perbaikan plafon masjid, serta pemasangan paving block di halaman masjid agar lebih nyaman digunakan untuk kegiatan keagamaan.

Baca berita lainnya :  Reses Ketua DPRD Parigi Moutong di Torue, Alfres Masboy dan Matindas Janus Kompak Kawal Aspirasi Warga hingga ke Pusat

Di sektor pendidikan, warga berharap adanya bantuan alat permainan edukatif (APE) untuk PAUD, pengadaan meja dan kursi bagi SD Inpres Gunung Sari, serta bantuan tandon air bersih untuk memenuhi kebutuhan musala desa.

Sementara itu, kelompok masyarakat mengajukan bantuan karpet, kipas angin, dan perangkat sound system untuk menunjang kegiatan pengajian yasinan ibu-ibu. Kalangan pemuda juga berharap adanya bantuan seragam bagi Remaja Islam Masjid (Risma), serta pengadaan tiang gawang dan net voli guna mendukung kegiatan olahraga di desa.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Mastulah menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan penanganan bencana.

“Persoalan jalan poros, normalisasi sungai, dan perbaikan jalan lingkungan merupakan kebutuhan mendesak yang akan menjadi perhatian kami di Komisi III. Seluruh aspirasi masyarakat akan kami koordinasikan dengan dinas teknis agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. Sementara usulan di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan juga akan kami perjuangkan melalui program yang sesuai dengan kewenangannya,” tegas H. Mastulah.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan, baik melalui dialog maupun formulir tertulis, telah didokumentasikan oleh Sekretariat DPRD dan selanjutnya akan dirumuskan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Parigi Moutong sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.

Baca berita lainnya :  Infrastruktur Rusak dan Huntap Jadi Isu Utama Reses di Kecamatan Toribulu

Melalui kegiatan reses tersebut, H. Mastulah berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan DPRD terus terjalin sehingga pembangunan di Kecamatan Bolano Lambunu dapat berjalan lebih merata, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Total Views: 5
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *