Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pmerintah Daerah

Banjir Bandang Avolua, Pemkab Parimo Tambah Dua Alat Berat untuk Atasi Aliran Sungai

×

Banjir Bandang Avolua, Pemkab Parimo Tambah Dua Alat Berat untuk Atasi Aliran Sungai

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid. (Foto: Diskominfo Parimo)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menambah dukungan alat berat untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.

Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, mengatakan dua unit alat berat tambahan akan diturunkan untuk membersihkan material lumpur dan kayu sekaligus menangani aliran sungai yang sebelumnya mengarah ke kawasan permukiman warga.

Hal itu disampaikan Abdul Sahid saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kamis (27/8/2026). Ia didampingi unsur BNPB, Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, TNI, serta Polri.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup melihat kondisi sejumlah rumah warga yang terdampak, titik kerusakan akibat derasnya aliran air, hingga sebuah pabrik durian yang turut terdampak banjir.

Baca berita lainnya :  Penilaian Lomba K3 Parigi Moutong Rampung, DLH Siapkan Pengumuman Pemenang pada 17 Agustus

“Insya Allah kami akan turunkan lagi tambahan dua unit alat berat hari ini. Karena dampak dari kejadian kemarin cukup merusak dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Abdul Sahid.

Menurutnya, penanganan sementara terhadap aliran air telah dilakukan. Aliran yang sebelumnya masuk ke kawasan permukiman warga telah ditutup dan dialihkan sehingga tidak lagi mengarah ke rumah penduduk.

“Alhamdulillah hari ini apa yang menjadi penyebab banjir bandang itu sudah bisa teratasi. Aliran air yang masuk ke permukiman rakyat juga sudah tertutupi, sehingga sudah tidak ada lagi aliran ke sana,” ujarnya.

Meski demikian, Abdul Sahid menegaskan penanganan belum berhenti. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi aliran sungai dan mengambil langkah apabila kembali ditemukan potensi yang membahayakan permukiman warga.

Baca berita lainnya :  Peran Satlinmas Diperkuat, Sekda Parigi Moutong Soroti Kesiapsiagaan Bencana di Tingkat Desa

Ia meminta masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah jika melihat perubahan atau kondisi aliran sungai yang dinilai berbahaya.

“Kalau memang perlu penanganan, segera mungkin peralatan kami turunkan ke lapangan,” katanya.

Abdul Sahid juga mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Menurutnya, banjir bandang dapat terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada malam hari saat warga sedang beristirahat.

“Saya mohon masyarakat melihat cuaca yang ada dan cukup berhati-hati, serta siap siaga,” imbaunya.

Wabup Sebut Tidak Ada Aktivitas Tambang di Hulu

Mengenai dugaan aktivitas pertambangan sebagai penyebab banjir, Abdul Sahid mengatakan hasil peninjauan di lapangan tidak menemukan adanya kegiatan pertambangan di wilayah bagian atas yang menjadi sumber aliran banjir.

Baca berita lainnya :  Bupati Erwin Burase Turun Langsung Pimpin Kerja Bakti Massal, Wajah Kota Parigi Dibersihkan Serentak

“Di atas itu tidak ada kegiatan. Artinya, mungkin ada orang berpikir ada kegiatan tambang, tetapi di atas itu tidak ada,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat tidak mengabaikan faktor keselamatan dan tetap melakukan upaya pencegahan serta menjaga lingkungan di sekitar aliran sungai.

Pemerintah daerah, kata dia, akan melanjutkan pemantauan dan penanganan di lapangan untuk mengurangi risiko banjir kembali berdampak terhadap permukiman warga.

Abdul Sahid kembali mengingatkan masyarakat agar segera berkoordinasi dengan pemerintah apabila melihat kondisi sungai yang mulai tidak normal, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Total Views: 7
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *