Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pmerintah Daerah

Operasi Aman Tinombala Berlangsung 65 Hari, Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas

×

Operasi Aman Tinombala Berlangsung 65 Hari, Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
(Foto: Diskominfo Parigi)

Parimo, Updatesulawesi.id – Sebanyak 914 personel disiagakan dalam Operasi Aman Tinombala 2026 untuk mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Parigi Moutong.

Kesiapan personel tersebut ditandai melalui Apel Gelar Pasukan dan Pemberangkatan Personel di halaman Polres Parigi Moutong, Selasa (27/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, bersama unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Dalam amanat tertulis Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Rizal Irawan, yang dibacakan Wakapolres Parigi Moutong, Kompol Henry Burhanuddin, disebutkan bahwa operasi tersebut berlangsung selama 65 hari, mulai 28 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Dari total 914 personel yang dilibatkan, sebanyak 164 personel berasal dari Satgas Polda Sulawesi Tengah dan 750 personel dari Satgas Polres jajaran.

Baca berita lainnya :  Haru Iringi Pelepasan Jamaah Haji Parigi Moutong 2026, Wabup Abdul Sahid Titip Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Kapolda menekankan pentingnya langkah pencegahan, deteksi dini, patroli, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat dalam menghadapi potensi karhutla.

“Penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama,” demikian amanat Kapolda yang dibacakan dalam apel.

Dalam amanat tersebut, penanggulangan karhutla ditegaskan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu instansi. Diperlukan kerja sama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat, terutama di kawasan yang rawan kebakaran.

Selain upaya pencegahan dan pemadaman, kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk melakukan penegakan hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan.

Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk mempercepat penanganan di lapangan sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Hadiri PTBI 2025, Perkuat Sinergi Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, mengapresiasi kesiapan personel dan dukungan lintas instansi dalam menghadapi potensi karhutla.

Ia berharap langkah antisipasi yang dilakukan dapat mencegah terjadinya kebakaran serta memastikan seluruh pihak siap bertindak apabila muncul kondisi darurat.

“Alhamdulillah, saya melihat seluruh personel sudah siap. Polres Parigi Moutong terlihat siap siaga menghadapi karhutla, dan semoga saja hal yang tidak kita inginkan tidak sampai terjadi. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan mendukung langkah ini, termasuk melalui penyediaan personel dan prasarana yang dibutuhkan,” ujar Abdul Sahid.

Menurutnya, kesiapsiagaan perlu didukung koordinasi yang baik antara aparat keamanan dan perangkat daerah agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Mastur, menyatakan pihaknya turut mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Baca berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong dan Wahana Visi Indonesia Perkuat Komitmen Wujudkan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

BPBD menyiapkan langkah penanganan kebakaran maupun kekeringan, termasuk mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) apabila terjadi kondisi darurat.

“BPBD turut serta dalam penanganan dan pencegahan karhutla. Kami menyiapkan berbagai metode, baik untuk penanganan kebakaran maupun kekeringan. Tim Reaksi Cepat kami siap turun segera apabila ada kejadian darurat,” jelas Mastur.

Apel gelar pasukan tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan kesiapan operasional seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Aman Tinombala 2026.

Melalui operasi ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan instansi terkait diharapkan mampu memperkuat pencegahan, mempercepat respons terhadap kebakaran, serta melindungi masyarakat dan kawasan hutan di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 4
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *