
Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan pembangunan Sekolah Rakyat terus berjalan setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan memenuhi ketentuan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Kabar baiknya, kuota penerima manfaat untuk daerah ini juga bertambah dua kali lipat, dari semula 1.000 menjadi 2.000 siswa.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengatakan Parigi Moutong menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Sulawesi Tengah yang dipercaya menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, bersama Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Sigi.
“Untuk Sulawesi Tengah, terdapat tiga daerah yang menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yakni Kabupaten Tojo Una-Una, Parigi Moutong, dan Sigi,” ujar Erwin saat diwawancarai awak media di Parigi, Senin (27/7/2026).
Erwin mengungkapkan, penambahan kuota peserta didik diberikan pemerintah pusat karena kesiapan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menyediakan lahan seluas 9,2 hektare untuk pembangunan kawasan pendidikan tersebut.
“Awalnya kuota yang diberikan hanya 1.000 siswa. Karena kita menyiapkan lahan seluas 9,2 hektare, pemerintah pusat menambah kuota menjadi 2.000 siswa,” jelasnya.
Menurut Erwin, proyek pembangunan akan segera memasuki tahap pengadaan. Proses tender direncanakan dimulai pada Agustus 2026, sementara pekerjaan fisik ditargetkan mulai Oktober 2026 yang ditandai dengan peletakan batu pertama.
“Proses tender direncanakan dimulai pada Agustus ini. Setelah itu, pelaksanaan pembangunan fisik dimulai pada Oktober dengan agenda peletakan batu pertama,” katanya.
Lebih dari sekadar menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Erwin menyebut Program Sekolah Rakyat juga membawa dampak sosial yang lebih luas. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Sosial, akan melakukan pemberdayaan terhadap keluarga peserta didik sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.
Ia menjelaskan, berdasarkan penyampaian Wakil Menteri Sosial dalam pertemuan sebelumnya, orang tua siswa akan mendapatkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembangunan rumah permanen, penerbitan sertifikat kepemilikan, hingga program pemberdayaan ekonomi agar mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Jadi manfaatnya bukan hanya sekolah bagi anak-anak, tetapi juga pemberdayaan bagi keluarganya agar dapat keluar dari garis kemiskinan,” ungkap Erwin.
Bupati menambahkan, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan berada di kawasan Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan program nasional tersebut.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Melalui penyediaan pendidikan berkualitas yang terintegrasi dengan program pemberdayaan keluarga, pemerintah berharap mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
















