
Parimo, Updatesulawesi.id – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, H. Wardi, S.H., memanfaatkan pelaksanaan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk program nyata.
Pada Senin (3/8/2026), legislator yang akrab disapa Awhe itu melaksanakan reses di dua lokasi, yakni Desa Buranga dan Kelurahan Maesa. Selain menyerap aspirasi baru, ia juga menyerahkan bantuan yang merupakan realisasi program aspirasi tahun anggaran sebelumnya.
Sebagai Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Parigi Moutong sekaligus anggota Komisi IV, H. Wardi mengawali kegiatan di Desa Buranga bersama perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Parigi Moutong. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa rangka tenda terowongan, kursi plastik, dan terpal kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk komitmen dalam mengawal aspirasi warga hingga terealisasi.
Usai penyerahan bantuan, Awhe tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia memilih mendatangi rumah-rumah warga untuk berdialog secara langsung guna mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan, di antaranya bantuan peralatan memasak, perlengkapan prasmanan, tenda jualan bagi kelompok usaha perempuan, fasilitas tempat pemandian jenazah, hingga penyediaan tenda di area pemakaman umum.
“Saya ingin memastikan bantuan yang telah direalisasikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, saya juga ingin mendengar langsung kebutuhan warga agar perjuangan aspirasi berikutnya benar-benar lahir dari kondisi nyata di lapangan,” ujar Awhe.
Pada malam harinya, rangkaian reses dilanjutkan di Kelurahan Maesa melalui forum dialog yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku UMKM, pemerintah kelurahan, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM.
Dalam kesempatan itu, H. Wardi kembali menyerahkan bantuan kepada kelompok UMKM sebelum membuka sesi dialog bersama masyarakat.
Berbagai aspirasi kembali mengemuka, mulai dari bantuan bagi kelompok nelayan, dukungan permodalan untuk pelaku usaha mikro, bantuan pembangunan rumah ibadah, hingga pembangunan drainase yang dinilai mendesak untuk mengatasi persoalan lingkungan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Awhe menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun sebagai bahan pembahasan bersama pemerintah daerah dalam penyusunan program dan anggaran pembangunan.
“Reses bukan sekadar mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kami sebagai wakil rakyat. Aspirasi yang telah terealisasi akan terus kami kawal, sementara usulan baru akan diperjuangkan sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil reses akan dituangkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sebagai salah satu dasar perencanaan pembangunan Kabupaten Parigi Moutong.
Melalui rangkaian reses tersebut, H. Wardi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan UMKM, penguatan sektor perikanan, pembangunan infrastruktur dasar, hingga peningkatan pelayanan sosial, agar pembangunan daerah benar-benar memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.
















