
Parimo, Updatesulawesi.id – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebut telah menerima 2.700 paket sembako gratis untuk kegiatan sosial bagi pengurus partai. Ke depan, PSI berencana memperluas kegiatan tersebut dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Ketua DPD PSI Parigi Moutong, Mahamudin, mengatakan pembagian sembako merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Ia menjelaskan, paket sembako tersebut telah masuk ke Parigi Moutong dan disalurkan kepada pengurus partai. Program serupa, kata dia, direncanakan berlangsung secara berkala, dengan perkiraan interval sekitar tiga bulan.
“Di awalnya kita mulai dengan memberikan sembako, kita hadir dengan mereka. Setelah kita bisa berkomunikasi secara langsung, kita akan mengidentifikasi potensi yang mereka miliki,” ujar Mahamudin saat diwawancarai di sekretariat PSI, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak akan menjadi satu-satunya bentuk kontribusi PSI. Ia ingin partainya turut mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahteraan.
Mahamudin menilai Parigi Moutong memiliki sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor kelautan hingga kawasan pegunungan. Namun, ia menyayangkan potensi tersebut dinilainya belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Ia berpandangan, salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana kemampuan sumber daya manusia dapat dikembangkan agar masyarakat mampu memanfaatkan potensi di lingkungannya.
“Kami tidak ingin hadir hanya untuk mengambil KTP masyarakat sebagai syarat bergabung dengan partai. Kami ingin mengidentifikasi potensi yang mereka miliki dan berupaya membantu memaksimalkannya,” katanya.
Mahamudin mengatakan, PSI ingin membangun pendekatan yang tidak berhenti pada perekrutan anggota, tetapi juga mendorong masyarakat mengenali peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.
Meski demikian, ia belum merinci bentuk program pemberdayaan, sektor prioritas, maupun dukungan anggaran yang akan disiapkan untuk merealisasikan rencana tersebut.
Selain pemberdayaan ekonomi, Mahamudin mengungkapkan gagasannya untuk menyediakan komputer di setiap kecamatan guna membantu pencatatan data dan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyinggung kemungkinan keterlibatan pengurus PSI dalam membantu mengoordinasikan pengurusan administrasi kependudukan, seperti KTP, melalui jaringan pengurus di tingkat desa dan kecamatan.
Menurutnya, mekanisme berjenjang dapat membantu masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan agar lebih mudah mengakses informasi dan layanan administrasi.
“Saya bahkan bermimpi mendatangkan komputer di tiap kecamatan agar data masyarakat bisa tercatat. Termasuk urusan administrasi seperti KTP, kami ingin membantu mempermudah prosesnya,” ujarnya.
Namun, gagasan tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi pemerintah terkait. Pengurusan dokumen kependudukan tetap harus mengikuti prosedur resmi dan kewenangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Mahamudin menambahkan, sosialisasi mengenai arah gerakan partai telah dilakukan di tingkat kecamatan. Selanjutnya, PSI akan memperluas penyampaian program hingga ke pengurus desa dan masyarakat akar rumput.
Ia berharap kader tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan.
Menurutnya, kegiatan sosial dan pemberdayaan harus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat.
Rencana tersebut akan menjadi tantangan bagi PSI Parigi Moutong untuk membuktikan bahwa kegiatan pembagian sembako dapat berlanjut pada program pemberdayaan yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
















