
Parimo, Updatesulawesi.id — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat (03/04) sore memicu terjadinya banjir di sejumlah desa di Kecamatan Moutong dan Taopa. Air sungai yang meluap merendam permukiman warga dan memaksa sebagian warga mengungsi.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Wilayah terdampak meliputi Desa Gio Barat dan Desa Pandelalap di Kecamatan Moutong, serta Desa Paria, Desa Tompo, dan Desa Sibatang di Kecamatan Taopa.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga,” demikian keterangan dalam laporan resmi BPBD.
Di Desa Gio Barat, tercatat sebanyak 35 kepala keluarga terdampak banjir. Di antaranya terdapat 20 balita, 10 lansia, dan satu penyandang disabilitas. Sementara itu, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Sejumlah warga juga terpaksa mengungsi. Di Desa Gio Barat, satu kepala keluarga dengan empat jiwa mengungsi, termasuk satu balita. Sedangkan di Desa Pandelalap, empat kepala keluarga turut mengungsi, dengan rincian satu balita dan satu lansia.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Sementara itu, kerusakan pada sektor pertanian dan perkebunan masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa, masyarakat, serta relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Kecamatan Moutong dan Taopa telah melakukan langkah awal dengan berkoordinasi untuk penanganan darurat. Tim TRC juga sedang menuju lokasi untuk melakukan asesmen atau kaji cepat.
Kondisi terkini, air dilaporkan masih belum surut. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah bantuan logistik bagi warga terdampak.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi di wilayah tersebut.
















