
Parimo, Updatesulawesi.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kecamatan Parigi Tengah, Pemerintah Kecamatan Parigi Tengah menggelar kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur, Sabtu (04/04) pagi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Camat Parigi Tengah, Mudasir, S.Fil.I, bersama Babinsa Praka Ninu Udaryana serta jajaran Bhabinkamtibmas yang dipimpin Kapolsubsektor Parigi Tengah, Ipda Terok. Aksi gotong royong tersebut dipusatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong.
Kerja bakti ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi kecamatan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dalam kesempatan itu, Camat bersama aparat TNI-Polri turut mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area sekitar Jalan Trans Sulawesi yang rawan terjadi penumpukan sampah dan penyumbatan aliran air.
Sebagai bentuk edukasi, pemerintah kecamatan juga memasang spanduk berisi imbauan menjaga kebersihan lingkungan di sejumlah titik. Selain itu, masyarakat diinstruksikan untuk memasang umbul-umbul di masing-masing wilayah sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan HUT ke-18 Kecamatan Parigi Tengah.
Camat Parigi Tengah, Mudasir, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
“Melalui kerja bakti ini, kita ingin menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja bakti serupa dapat dilaksanakan secara rutin, khususnya setiap hari Jumat. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, peringatan HUT ke-18 Kecamatan Parigi Tengah tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum membangun kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.
















