Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

RSUD Anuntaloko Dorong Edukasi Sisrute, Cegah Salah Paham Masyarakat Saat Proses Rujukan Pasien

×

RSUD Anuntaloko Dorong Edukasi Sisrute, Cegah Salah Paham Masyarakat Saat Proses Rujukan Pasien

Sebarkan artikel ini
(Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan. (Foto: Ist)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, menegaskan pentingnya peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute). Langkah tersebut dinilai penting untuk menghilangkan kesalahpahaman yang masih kerap terjadi ketika pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

Pernyataan itu disampaikan Irwan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong yang dihadiri perwakilan tiga rumah sakit dan 24 puskesmas, Senin (6/4/2026).

Menurut Irwan, Sisrute dirancang sebagai sistem rujukan berbasis digital yang memastikan pasien memperoleh pelayanan medis secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kemampuan fasilitas kesehatan tujuan. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

Baca berita lainnya :  Layanan Rawat Inap Terganggu, Dinkes Parimo Tegaskan Tak Pernah Perintahkan Penutupan

“Kendala yang paling sering kami hadapi adalah keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah, sehingga penggunaan aplikasi Sisrute belum bisa berjalan secara maksimal. Selain itu, respons tenaga medis pada kondisi tertentu juga masih menjadi tantangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, minimnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme Sisrute sering kali memunculkan anggapan bahwa pasien dipindahkan tanpa alasan yang jelas. Padahal, keputusan merujuk pasien dilakukan semata-mata untuk memastikan pasien memperoleh penanganan yang paling sesuai dengan kondisi medisnya.

“Kadang masyarakat tidak memahami kenapa harus dirujuk ke tempat lain, padahal itu untuk memastikan pasien mendapat penanganan yang lebih sesuai dan cepat,” kata Irwan.

Melalui Sisrute, tenaga kesehatan sebenarnya dapat mengetahui kondisi rumah sakit tujuan sebelum pasien diberangkatkan, mulai dari ketersediaan dokter spesialis, ruang perawatan, hingga fasilitas penunjang lainnya. Informasi tersebut menjadi dasar agar proses rujukan berlangsung lebih terencana dan tidak membuat pasien menunggu terlalu lama.

Baca berita lainnya :  Tips Mengecilkan Perut dengan Cara Sehat dan Alami

Meski demikian, keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah membuat petugas kesehatan harus mencari alternatif komunikasi. Salah satunya dengan memanfaatkan grup WhatsApp untuk mempercepat koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit.

Selain persoalan jaringan, tantangan lain muncul pada kasus-kasus kegawatdaruratan yang terjadi di luar jam kerja. Dalam kondisi tertentu, respons dokter spesialis membutuhkan waktu lebih lama, meskipun masih berada dalam batas waktu pelayanan yang dapat ditoleransi.

Baca berita lainnya :  Tiga Operasi Tumor Otak Sukses dalam Sepekan, Tim Bedah Saraf RSUD Anuntaloko Buktikan Layanan Spesialistik Semakin Maju

Untuk mengatasi persoalan tersebut, RSUD Anuntaloko berkomitmen memperkuat sosialisasi mengenai Sisrute melalui puskesmas maupun rumah sakit agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme sistem rujukan.

“Perlu ada pemahaman bersama bahwa tujuan Sisrute ini untuk kebaikan pasien. Jadi bukan sekadar memindahkan pasien, tetapi memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat sesuai fasilitas yang tersedia,” tegas Irwan.

Ia berharap, dengan meningkatnya pemahaman masyarakat serta penguatan infrastruktur dan koordinasi antar fasilitas kesehatan, sistem rujukan di Kabupaten Parigi Moutong dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal bagi masyarakat.

Total Views: 3
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *