
Palu, Updatesulawesi.id – Suasana haru menyelimuti selasar RSUD Undata Palu, Senin sore (13/4/2026). Di tengah agenda peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, tampak bergegas meninggalkan lokasi acara setelah menerima kabar duka.
Juita, salah satu korban insiden pohon tumbang di Jalan Lida Gimba, Kecamatan Parigi, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif.
Didampingi sang istri, Hj. Hestiwati Nanga, kehadiran Bupati tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai sosok yang turut merasakan kehilangan mendalam atas warganya. Ia terlihat menyapa keluarga korban dengan penuh empati dan berusaha memberikan penguatan di tengah suasana duka.
Kenangan terakhir bersama almarhumah masih membekas. Sehari sebelumnya, Bupati Erwin sempat menjenguk Juita saat dirawat di RSUD Anuntaloko Parigi.
“Waktu kami jenguk, almarhumah masih sempat berbincang. Saya tidak menyangka keadaannya akan secepat ini memburuk,” ujarnya dengan suara lirih.
Pihak RSUD Undata menjelaskan, tim medis telah melakukan upaya maksimal melalui operasi besar yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin dini hari. Dokter spesialis bedah, dr. Maynard Maramis, Sp.B, menyebutkan bahwa korban mengalami luka serius akibat benturan, termasuk robekan pada organ dalam. Kondisi pasien sempat menurun pascaoperasi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Menghormati permintaan keluarga, jenazah almarhumah tidak disemayamkan di ruang jenazah rumah sakit. Bupati Erwin segera berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mempercepat proses pemulangan. Dalam waktu singkat, ambulans disiapkan, dan pada pukul 18.25 WITA jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas penanganan cepat yang diberikan pihak rumah sakit.
“Penanganan sudah dilakukan dengan cepat. Ini menunjukkan keseriusan tenaga medis dalam memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Peristiwa pohon tumbang yang terjadi pada Sabtu (11/4/2026) tersebut menyisakan luka mendalam. Sebelumnya, seorang balita berusia empat tahun, Eizan Alfariq Ramadhan, juga meninggal dunia tak lama setelah kejadian.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkap Bupati.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan serta upaya mitigasi terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
















