
Parimo, Updatesulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong memastikan tidak terlibat secara langsung dalam pelaksanaan Festival Teluk Tomini (FTT) tahun 2026. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan jadwal penganggaran serta kebijakan pelaksanaan kegiatan antarorganisasi perangkat daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parigi Moutong, Ninong Pandake, menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya pada FTT tahun ini tidak memungkinkan karena alokasi anggaran kegiatan kebudayaan berada pada triwulan IV.
“Secara penganggaran, kegiatan festival kebudayaan kami dijadwalkan pada triwulan keempat. Sementara pelaksanaan FTT tidak berada dalam periode tersebut, sehingga kami tidak bisa bergabung seperti tahun sebelumnya,” jelasnya saat diwawancarai.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 lalu Disdikbud sempat berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata karena kesesuaian waktu dan anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi pada tahun ini.
“Di tahun 2025 kebetulan waktunya bersamaan, sehingga bisa dilaksanakan bersama. Untuk tahun ini, masing-masing dinas menjalankan programnya sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Ninong juga mengungkapkan bahwa FTT 2026 tidak termasuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN), melainkan hanya berstatus sebagai festival daerah. Hal ini turut memengaruhi skema pelibatan lintas dinas.
Meski tidak terlibat langsung, Disdikbud tetap memiliki agenda pengembangan kebudayaan melalui festival daerah yang telah dianggarkan secara mandiri sejak 2024 hingga 2026.
“Kami tetap fokus pada pelaksanaan festival budaya daerah yang sudah direncanakan dan dianggarkan secara khusus,” tambahnya.
Terkait partisipasi pelaku seni, Ninong menyebutkan bahwa Dinas Pariwisata mengambil peran langsung dalam mengoordinasikan sanggar-sanggar seni untuk tampil dalam FTT 2026.
“Untuk penampilan seni di panggung FTT, Dinas Pariwisata langsung berkoordinasi dengan sanggar-sanggar, tidak melalui Disdikbud,” tegasnya.
Dengan demikian, pelaksanaan FTT 2026 tetap melibatkan pelaku seni lokal, meskipun tanpa keterlibatan langsung dari Disdikbud. Sementara itu, upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah tetap berjalan melalui program-program yang telah disusun secara mandiri oleh masing-masing dinas.
















